Irman Gusman: Ubah Tradisi Merantau Jadi Mesin Penggerak Kemajuan Sumbar

MINANGKABAUNEWS.com, JAKARTA — Di tengah hiruk-pikuk Balai Kota DKI Jakarta, suara mantan Ketua DPD RI itu menggema membawa angin segar bagi masa depan Minangkabau. Irman Gusman, senator asal Sumatera Barat, melontarkan gagasan berani yang menggetarkan ruang seminar: saatnya tradisi merantau berevolusi menjadi kekuatan brain circulation!

Bukan sekadar istilah akademis, gagasan yang disampaikan dalam Seminar Nasional Rangkayo Minang Indonesia (RMI) ini adalah panggilan juang. Di hadapan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan jajaran Pemprov DKI, Irman dengan lantang menegaskan bahwa anak Minang tidak harus memilih antara merantau atau pulang. Keduanya bisa berjalan beriringan, saling menguatkan!

“Pergi untuk Tumbuh, Kembali untuk Berbagi!”

Dengan semangat membara, Irman mengupas falsafah leluhur yang selama ini mungkin disalahpahami. Pepatah “Karatau madang di hulu, babuah babungo balun; marantau bujang dahulu, di rumah baguno balun” bukanlah ajakan untuk melupakan kampung halaman.

“Justru ini adalah resep kehebatan!” tegas Irman di hadapan ratusan peserta. “Merantau adalah proses pendewasaan, mencari ilmu, mengasah keberanian, membangun jaringan. Bukan untuk pergi selamanya, tapi untuk kembali membawa manfaat yang lebih besar!”

Bayangkan, dokter Minang di Melbourne yang membimbing tenaga kesehatan di kampung halaman. Insinyur di Singapura yang membuka akses teknologi bagi mahasiswa Sumbar. Pengusaha di Jakarta yang membantu UMKM nagari menembus pasar global. Inilah wajah baru tradisi merantau yang diimpikan Irman Gusman.

Sumbar Punya Modal Dahsyat: Jaringan Perantau Sedunia!

Dengan mata berbinar, Irman memaparkan potensi luar biasa yang dimiliki Sumatera Barat. Jaringan perantau Minang yang tersebar dari Jakarta hingga New York, dari Melbourne hingga Singapura, adalah aset tak ternilai.

“Ini bukan sekadar kiriman uang atau oleh-oleh Lebaran!” serunya. “Ini adalah kekuatan untuk mentransformasi Sumbar! Ilmu, pengalaman, investasi, jejaring, dan gagasan bisa terus mengalir dan kembali memberi manfaat bagi nagari.”

Irman yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas DPP IKM dan Ketua Dewan Pakar Bidang Ekonomi UMKM PP Muhammadiyah ini menilai Rangkayo Minang Indonesia memiliki peran strategis. Organisasi ini bisa menjadi jembatan emas antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan para perantau.

Warisan untuk Generasi Muda: Jadi Pemimpin yang Mengubah Indonesia!

Di akhir pidatonya yang menginspirasi, Irman mengingatkan bahwa tradisi merantau telah melahirkan tokoh-tokoh besar yang mengubah Indonesia. Kini saatnya generasi muda mewarisi semangat itu dengan cara baru.

“Kemandirian, kemampuan beradaptasi, keberanian berpikir, dan kemauan membangun jejaring—inilah bekal yang harus kita tanamkan pada anak-anak Minang,” pungkasnya dengan penuh haru.

Seminar yang digelar Kamis (27/8/2026) ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah momentum kebangkitan! Saatnya perantau Minang bersatu, berbagi, dan membangun kampung halaman dari mana pun mereka berada. Karena bagi Minangkabau, dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung; namun hati tetap berpulang ke ranah Minang.

Sumbar maju, Indonesia kuat—itulah cita-cita yang digaungkan Irman Gusman dari panggung Balai Kota Jakarta!

Pos terkait