Jaga Kerukunan Umat Beragama, FKUB Gelar Pembinaan Moderasi Beragama dan Dialog Lintas Agama

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, PASAMAN BARAT – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), menggelar pembinaan moderasi beragama dan dialog lintas agama yang dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasaman Barat, Selasa (28/9/2021).

Acara tersebut dihadiri oleh Kapolres Pasaman Barat AKBP M. Aries Purwanto yang diwakili oleh Kasat Binmas Iptu Keling Davit, dan diikuti sebanyak 30 orang peserta dari masing-masing lintas agama, yang dibuka secara resmi oleh
Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat Muhammad Nur.

Read More

Kepala Kantor Kementrian Agama Pasaman Barat Muhammad Nur, yang juga sekaligus pemateri peda acara pembinaan itu mengatakan, kerukunan umat beragama bukan saja sebatas simbol atau penamaan terhadap sesuatu kondisi, penduduk, agama, adat istiadat, dan budaya.

“Kerukunan antar umat beragama, juga sebagai wadah berhimpun, berkordinasi dan berkumpulnya tokoh lintas agama, sehingga toleransi antar sesama di tengah keberagaman yang ada adalah kekayaan milik bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan, secara nasional Indoensia memiliki ribuan pulau, ratusan suku bangsa, agama dengan beragam bahasa daerah. Secara keseluruhan berkomitmen dan sepakat menjadikan keberagaman yang ada sebagai wadah untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Keberagaman suku bangsa, agama dan ras, yang tersebar di setiap Provinsi se tanah air, merupakan aset untuk mempertahankan keutuhan hidup berbangsa dan bernegara di negeri ini,” sebutnya.

Kabupaten Pasaman Barat, salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari 19 Kabupaten/Kota yang ada di Sumatera Barat. Kabupaten yang penduduknya majemuk, beragam agama, suku bangsa, dan adat istiadat adalah cerminan dari keberagaman umat, agama, suku bangsa dan bahasa di kawasan pesisir pantai barat Sumatera.

Selain suku bangsa yang majemuk, Pasaman Barat dengan 11 kecamatan dan 19 Nagari induk di dalamnya, secara umum terdapat tiga etnis besar, yaitu warga dari keturunan suku Minang, Jawa dan Mandahiling (termasuk di dalamnya suku Batak).

“Selain keberagaman suku, Agama yang dianut warga Pasaman Barat juga sangat beragam yaitu, Islam denga posisi mayoritas, Kristen, Katholik, Budha dan Hindu,” paparnya

Sementara itu, Ketua FKUB Pasaman Barat, Zawil Huda, didampingi sekretaris, Suharjo Lubis usai pembinaan itu mengakui, menurut tuntunan administrasi keberadaam FKUB di Pasaman Barat telah lama ada, bahkan masa meriodesasi kepengurusannya juga telah berulang. Namun hingga saat ini, wadah pemersatu tokoh dan lintas agama se Pasaman Barat itu belum memiliki kantor sekretariat.

“Yang termasuk dan tercatat sebagai unsur pengurus wadah bincang tokoh dan lintas agama di Pasaman Barat ini cukup banyak, namun belum memeliki poladerisasi yang signfikan. Hal itu membuat pengurus yang berkumpul pada setiap harinya untuk berdikusi dan silaturahmi hanya sebagian kecil saja,” ungkapnya.

Zawil Huda Menambahkan, kerukunan umat beragama dapat terwujud dan dapat dirasakan oleh masyarakat, jika masing-masing institusi Keagamaan bekerja sama dan mampu membangun mental spiritual umatnya masing-masing.

“Mari kita kedepankan sikap musyawarah, saling menghargai dan toleransi, selalu taat hukum dan perundang-undangan sehingga ketertiban, kedamaian, kerukunan dapat terwujud,” harapnya. (Wisnu Utama)

Related posts