Jaksa Tuntut Mati Plus Kebiri Pemerkosa Santriwati di Bandung

  • Whatsapp
Terdakwa pemerkosaan HW di PN Bandung saat agenda pembacaan tuntutan, Selasa (11/1). (Foto: Istimewa)

MINANGKABAUNEWS.COM, BANDUNG – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menuntut HW, terdakwa pemerkosa belasan santriwati di Bandung dengan hukuman mati dan hukuman tambahan kebiri.

Tuntutan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum dari Kejati Jabar di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (11/1) dilansir dari Suara.com jaringan media Minangkabaunews.com.

Read More

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Asep N Mulyana mengatakan terdakwa HW hadir langsung di PN Bandung saat agenda pembacaan tuntutan.

“Menuntut terdakwa dengan hukuman mati dan hukuman tambahan berupa kebiri kimia,” ucap Asep.

Menurut Asep, tuntutan tersebut sesuai dengan Pasal 81 ayat (1), ayat (3) Dan (5) jo Pasal 76 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan pertama.

Selain itu, JPU meminta identitas terdakwa dibuka kepada publik dan membayar denda Rp 500 juta ditambah restitusi untuk korban sekira 300 juta yang sempat diminta oleh LPSK kepada majelis hakim pada persidangan sebelumnya.

“Identitas Terdakwa (dituntut) disebarkan. Kami juga meminta kepada hakim untuk pidana denda sebesar Rp 500 juta subsidair selama satu tahun kurungan,” kata dia.

“Mewajibkan kepada terdakwa untuk membayar restitusi kepada anak korban yang total keseluruhan sebesar Rp 331.527.186,” lanjutnya.

Asep menjelaskan apa yang dituntut tersebut diharapkan bisa membuat efek jera. Selain itu, hal ini merupakan bentuk komitmen Kejati Jabar dalam penanganan kasus yang menjadi perhatian publik.

“Ini sebagai bukti, komitmen kami untuk memberikan efek jera kepada pelaku dan pihak lain yang melakukan kejahatan,” kata Asep.

Warganet Senang

Terkait hal tersebut, banyak warganet yang tampak senang dengan tuntutan Herry Wirawan yang memang beberapa waktu lalu sempat membuat heboh publik.

Namun, sebagian tampak tak puas hanya dengan kebiri secara kimia. Mereka meminta agar dikebiri secara fisik saja.

“Kebiri fisik dong jgn kimia. Potong t*titnya terus kasih jeruk nipis dan garam,” tulis akun Borosamatweh, dikutip terkini.id via Twitter.

“Betul banget supaya di alam sana tidak bisa perkosa mbak Kun…,” tambah akun Superdin78.

“Well deserved. Glad to read this, (Sangat layak, senang membaca ini),” timpal akun Abimanyuhyp. (akg/*)

Related posts