MINANGKABAUNEWS.com, BUKITTINGGI — Suasana Pasar Ateh di hari ketiga Idulfitri tampak padat merayap. Ribuan pengunjung memadati kawasan bersejarah itu, menikmati momen libur Lebaran bersama keluarga. Di tengah keramaian itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, tiba-tiba turun langsung menyapa para pedagang dan wisatawan, Senin (23/3/2026).
Peninjauan dadakan ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Di balik hiruk-pikuk suasana liburan, Mahyeldi menyoroti dua hal krusial yang menurutnya masih perlu jadi pekerjaan rumah bersama: keramahan dan kebersihan.
Bagi Mahyeldi, sebuah destinasi wisata tak cukup hanya mengandalkan bangunan megah atau spot foto instagramable. Namun, kualitas pelayanan dan kenyamanan lingkungan adalah “jantung” yang menentukan apakah wisatawan akan kembali lagi atau tidak.
“Secara umum kondisinya cukup baik. Namun yang perlu terus kita dorong adalah peningkatan hospitality dan kebersihan,” tegasnya di sela peninjauan.
Ia mengingatkan bahwa Bukittinggi bukan hanya milik masyarakat setempat. Sebagai ikon pariwisata Sumatera Barat, kota ini adalah etalase utama yang membentuk citra seluruh ranah Minang di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Sebagai salah satu destinasi wisata utama di Sumbar, Bukittinggi akan menjadi cerminan Sumbar bagi wisatawan. Sehingga hospitality-nya harus terjaga,” ujar Mahyeldi.
Menurutnya, momen puncak arus wisatawan saat Lebaran seperti ini adalah waktu yang paling tepat untuk melakukan evaluasi. Setiap kekurangan yang ditemukan di lapangan harus menjadi bahan pembenahan berkelanjutan, sehingga pariwisata Sumbar bisa melesat lebih baik dari tahun ke tahun.
Ia pun berpesan agar kawasan Pasar Ateh dan sekitarnya senantiasa tampil bersih, tertata, dan nyaman. Hal ini, kata Mahyeldi, penting untuk memastikan bahwa setiap wisatawan pulang dengan membawa pengalaman manis, bukan kesan kurang menyenangkan.
“Pasar Ateh dan kawasan wisata harus tampil bersih, tertata, dan nyaman. Ini penting agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik saat berkunjung ke Sumatera Barat,” ujarnya.
Di akhir kunjungannya, Mahyeldi juga menekankan bahwa citra pariwisata yang baik tidak bisa dibangun sendiri oleh pemerintah. Ia menyerukan sinergi yang solid antara pemda, pelaku usaha, dan masyarakat untuk terus menjaga reputasi daerah.
Kunjungan mendadak ini sekaligus menjadi penegasan komitmen Pemprov Sumbar yang ingin memastikan sektor pariwisata terus berbenah, tidak hanya saat musim liburan, tetapi secara berkelanjutan sepanjang tahun.
