Jalan Penuh Rintangan Menuju Desa Silabu, Forkopimcam Sikakap Tetap Semangat Sosialisasi PPKM Mikro

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, MENTAWAI –
Sinergitas tanpa batas. Dengan mengendarai 2 unit Sepeda Motor Dinas Polsek dan Koramil Sikakap, Waka Polsek Sikakap Ipda Yanuar bersama Bhabinkantibmas Desa Saumanganyak Briptu Firmansyahputra dan Bhabinsa Pagai Utara Sertu Havis, Rabu (08/9/2021)

Berangkat ke Dusun Mugairuk Desa Silabu, Kecamatan Pagai Utara untuk mewakili Kapolsek Sikakap AKP. Tirto Edhi, SH memenuhi undangan dari Kepala Desa Silabu dalam Rangka Sosialisasi tentang PPKM Mikro yang diadakan oleh Desa Silabu.

Read More

Walau pagi itu cuaca hujan gerimis tidak menyurutkan semangat kami untuk memenuhi undangan tersebut kami langsung berangkat dengan melalui jalan yang licin dan berlobang.

“Perjalanan kami memakan waktu tempuh lebih kurang 1,5 jam, sesampai kami di Dusun Mugairuk lansung menuju Gereja GKPM, Dusun Mugairuk disana sudah ada Camat Pagai Utara, Gabriel Sakeru, Kades, dan ibu Kapus Saumanganyak”, ujar Waka Kapolsek Sikakap Ipda Yanuar, Rabu (08/09/2021).

Setelah istirahat sejenak acara sosilisasi lansung di buka oleh Bpk Camat, Saya selaku Waka Polsek mewakili Kapolsek dapat giliran kedua untuk menyampaikan materi, dalam kesempatan tersebut kami menyampaikan tentang tindakan atau hukuman bagi pelangar Prokes mulai dari Sanksi Sosial sampai pada Sanksi Denda dan juga disampai Sanksi hukum bagi yang menghalang halangi petugas yang sah dalam pelaksanaan tugas pencegahan penularan pandemi Covid19, tutur Ipda Yanuar.

Dalam acara Sosialisasi ditutup dengan penyampaian oleh ibu Kapus Saumanganyak tentang apa itu Virus Corona.

“Dalam sosialisasi ini juga tidak lupa kami sampaikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak takut di Vaksin, dan masyarakat sebetulnya sangat antusias untuk mendapatkan Vaksin tersebut. Namun sangat kita sayangkan keterbatasan Vaksin yang ada di Puskesmas Suamanganyak”, ujar Waka Polsek.

“Kami TNI Polri tidak akan pernah menyerah untuk menyampaikan himbauan kepada masyarakat walau harus menempuh jalan yang penuh rintangan”, tambahnya.

Di ketahui, Desa Silabu terletak di bagian pesisir paling Barat Pulau pagai dan memiliki sejarah yang menyedihkan saat Tsunami tahun 2010. Yang mana saat kejadian tersebut banyak menelan korban jiwa dan menghancurkan kehidupan warga setempat. (Tirman/Hrs)

Related posts