MINANGKABAUNEWS.com, SOLOK — Di tengah sunyinya petang, iring-iringan Tim I Safari Ramadan 1447 H Provinsi Sumatera Barat menghentikan kendaraannya. Di depan mereka terbentang jalan berbatu sepanjang 300 meter yang tak bisa dilalui roda. Gubernur Mahyeldi Ansharullah pun turun, menapaki bebatuan dengan langkah kaki, ditemani rombongan. Bukan sekadar jalan biasa, ini adalah jejak kepedulian menuju jantung duka warga Dusun Kacang, Nagari Subarang Paninggahan, Kabupaten Solok, Minggu (22/2/2026).
Perjalanan mereka berakhir di Musholla Nur Taqwa Cacang, sebuah tempat ibadah darurat yang kini berdiri menggantikan Masjid Jabal Nur. Bangunan sebelumnya tinggal kenangan, rata dengan tanah setelah diterjang banjir bandang dahsyat pada November 2025 lalu.
Kehadiran Gubernur di tengah puing-puing pemukiman ini bukan tanpa alasan. Di tengah guyuran hujan berkah Ramadan, Mahyeldi mengungkapkan bahwa tahun ini, Safari Ramadan sengaja diarahkan ke titik-titik paling rapuh yang tersapu bencana. “Kami ingin melihat langsung, merasakan denyut nadi pemulihan, dan memastikan bahwa pemerintah hadir di tengah kesulitan mereka,” ujarnya dengan nada penuh haru.
Mahyeldi tak menampik bahwa Dusun Kacang adalah salah satu wilayah dengan luka paling dalam. Bencana itu tak hanya merenggut harta benda, tapi juga nyawa. Ia pun menyempatkan diri untuk menyampaikan belasungkawa mendalam atas nama seluruh masyarakat Sumatera Barat. “Insyaallah, para syuhada korban banjir ini ditempatkan di sisi-Nya,” tuturnya, mencoba menguatkan warga yang masih berduka.
Namun, duka itu perlahan mulai diobati. Dalam kunjungan yang sarat makna ini, Gubernur tak datang dengan tangan kosong. Sejumlah bantuan senilai ratusan juta rupiah digelontorkan untuk membangkitkan kembali semangat warga. Bantuan tersebut meliputi:
· Rp50 juta dari Pemprov Sumbar untuk rehabilitasi masjid.
· Rp25 juta untuk warga terdampak langsung.
· Rp143 juta dari BAZNAS Sumbar bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Solok.
· Bantuan pendidikan fantastis senilai Rp704 juta dari BAZNAS Sumbar yang diperuntukkan bagi 704 siswa.
· Tak ketinggalan, Bank Nagari dan Jamkrida Sumbar masing-masing menyerahkan Rp10 juta untuk pesantren dan madrasah, ditambah bantuan Al-Qur’an serta insentif untuk petugas masjid.
Wakil Bupati Solok, H. Candra, tak kuasa menyembunyikan rasa terima kasihnya. Menurutnya, uluran tangan dari provinsi dan BAZNAS ini adalah oksigen bagi warganya yang tengah berjuang bangkit dari keterpurukan. “Ini bukan sekadar materi, ini adalah energi bagi kami untuk segera berdiri tegak kembali,” ucapnya.
Sementara itu, di sudut Musholla Nur Taqwa, Muhammad Faisal, salah seorang pengurus, hanya bisa menggenggam erat tangan para tamu. Matanya berkaca-kaca. “Alhamdulillah… terima kasih, Pak Gubernur. Bantuan ini seperti air di padang pasir bagi kami,” bisiknya lirih, penuh syukur.
Safari Ramadan di Solok kali ini bukanlah sekadar seremoni tahunan. Ia adalah pijakan kaki di atas bebatuan tajam, simbol bahwa pemerintah rela bersusah payah demi menjangkau warganya yang sedang jatuh. Di balik bantuan ratusan juta itu, ada pesan sederhana: kalian tidak sendiri.
—






