Jamaah Masjid An Nur Desak Walikota Solok Berantas Maksiat dan Tertibkan Fasilitas Umum Yang Tidak Peruntukannya

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS, SOLOK KOTA – Ada temuan menarik saat Tim VIII Safari Ramadhan Pemerintah Kota Solok di Masjdi An Nur Kelurahan PPA Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok. Di mana jamaah Masjid An Nur mendesak Walikota Solok untuk memberantas maksiat dan menertibkan fasiltas umum yang digunakan tidak sesuai peruntukannya.

Desakan ini muncul saat Wakil Ketua Tim VIII Safari Ramadhan Pemko Solok, Rusdi Saleh, membuka sesi tanya jawab dengan jamaah masjid An Nur. Dalam sesi tanya jawab tersebut muncul sebuah pertanyaan yang menunjukan rasa kesal, rasa gerah, rasa tidak puas akan kepemimpinan Walikota Solok Ramadhani Kirana Putra dan Wakil Walikota Solok Suryadi Nurdal terhadap permasalahan sosial, yang menurut mereka agak terabaikan ditengah upaya gencar pemerintah Kota Solok dalam mensejahterakan rakyatnya.

Read More

Permasalahan sosial tersebut yaitu maraknya maksiat yang terjadi di Kota Solok, terutama saat bulan Ramadhan ini sedang berjalan. Di antaranya masih bukanya warung makan minum disiang dibeberapa tempat di Kota Solok. Keberadaan wanita malam secara terselubung dimana jam operasinya berlangsung pada waktu tengah malam hingga subuh dini hari.

Desakan lainya yaitu agar Walikota Solok Ramadhani Kirana Putra dan Wakil Walikota Solok Suryadi Nurdal menertibkan penggunaan fasilitas umum. Jamaah Masjid An Nur yang nota bene pedagang pasar raya Solok, melihat adanya penggunaan fasilitas umum untuk berdagang dan aktivitas lainya, sehingga menganggu keindahan Kota dan ketertiban umum.

Menjawab keluhan masyarakat ini, Rusdi Saleh, yang anggota DPRD Kota Solok berjanji akan menyampaikan keluhan masyarakat ini kepada Walikota Solok, Ramadhani Kirana Putra, dan mencarikan solusi terbaiknya bagaimana maksiat di Kota Solok bisa diberantas dan tidak mengganggu kekhusyukan indah puasa masyarakat Kota Solok.

“Keluhan warga ini merupakan PR bagi Pemerintah Kota Solok, apalagi keluhan tersebut terkait maraknya maksiat sehingga mengganggu ketentraman di Kota Solok. Kami di DPRD Kota Solok nantinya akan mengambil sikap dan memanggil OPD terkait dan mencari solusinya.” Kata Rusdi Saleh.

“Kami menunggu aksi dari pemerintah Kota Solok dan Tindaklanjut keluhan kami ini. Kami ingin ada tindakan dari Walikota Solok terkait maksiat dan pemanfaatan fasilitas umum yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Kami cinta Kota Solok.” Kata jamaah Masjid An Nur yang enggan dibuat namanya saat media ini menanyakan namanya. “Cukup sampaikan saja masalah ini pada pimpinan kami agar ditindaklanjuti” Katanya mengakhiri.***

Related posts