Jangan Kaget! Target Baru Komisi IV RI Bikin Harga Bawang Putih Bisa Tergantikan, Petani Sumatera Barat Sudah Mulai Bersorak

MINANGKABAUNEWS.com, JAKARTA — Musim reses baru saja usai, dan bagi Rahmat Saleh, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, momen itu menjadi ajang mendengar langsung jeritan hati para petani. Wilayah Sumatera Barat menjadi salah satu titiknya—di sana, banyak warga yang mengeluhkan sawah-sawah rusak dan kebutuhan mendesak akan penguatan sektor pertanian.

“Dari reses kali ini, aspirasi masyarakat terutama dari Sumatera Barat sangat kuat,” ujar Rahmat di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (12/05). Ia pun membawa suara itu ke ruang rapat parlemen.

Kini, Komisi IV mulai gerak cepat. Fokus utama mereka adalah memastikan aliran anggaran untuk dua hal: mencetak sawah baru dan memulihkan lahan pertanian yang sudah tak produktif. “Kami pastikan anggarannya ada,” tegasnya.

Tak berhenti di situ, komisi yang membidangi urusan pertanian ini juga serius mengawal target swasembada pangan nasional. Jagung dan padi menjadi komoditas yang sudah sejak lama mereka kejar. Tapi, ada satu komoditas baru yang kini masuk radar utama: bawang putih.

“Kita sudah evaluasi. Sekarang targetnya swasembada bawang putih, dan kami mulai mengejar dari hulunya—yakni ketersediaan bibit unggul,” kata Rahmat dengan nada optimistis.

Menurutnya, selama ini ketergantungan impor bawang putih masih tinggi. Namun jika hulu diperkuat dan bibit tersedia, bukan tidak mungkin Indonesia bisa mandiri. “Itu yang akan kita kejar ke depan,” tutupnya.

Langkah Komisi IV ini diharapkan tak hanya membuat harga bawang putih lebih stabil, tapi juga membawa petani kecil—khususnya di Sumatera Barat—bangkit dari keterpurukan.

Related posts