Jangan Panik! Pakar Sebut ada Potensi Gempa Besar 200-an Tahun di Mentawai

  • Whatsapp
Diseminasi Informasi Kominfo di Media Center, Rabu, (16/6/2021)
Diseminas informasi Kominfo di Media Centee, Rabu, (16/6/2021) (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG — Pakar Gempa Badrul Mustofa mengungkapkan ada dua segmen yakni segmen Siberut dan segmen Sipora akan terjadi pengulangan sekali 200-an tahunan.

Berdasarkan penelitian Universitas California dan LIPI dengan obyek penelitian pola tumbuh dan matinya karang periode ulang 200-1n. Di mana tahun 1767 segmen siberut. Kemudian Tahun 1883 Sipora Pagai menimbulkan dampak tsunami dan tanggal 13 september 2007, dua hari berturut segmen sipora. Di mana 25 oktober 2010 tsunami lokal.

Read More

Pakar gempa, Badrul Mustofa mengatakan masyarakat tidak perlu panik terkait adanya skenario terburuk gempa bumi dan tsunami di dua segmen Siberut dan Sipora.

“Gaduh tsunami Mentawai, sebenarnya masyarakat tidak perlu panik karena model skenario terburuk itu dibuat untuk merancang mitigasi. Kapan terjadinya juga tidak ada yang tahu,” katanya

Segmen siberut menyisakan 2/3 kekuatan. Hal itu bisa memungkinkan 50 tahun mendatang, mitigasi pra bencana non struktural, mitigasi struktural non struktural

Kalau terjadi tsunami ada 7 daerah pesisir terdampak safetynya 12 meter. Tempat evakuasi sementara di kantor pemerintahan, masyarakat jangan panik

Korlap BPBD, Barlius mengatakan masyafakat bisa disiapkanndalam kondisi kedarurtaab srkokah cerdas bencana, pasar cerdas bencana dan desa tangguh bencana di 10 desa dan krlurhan percontohan

“Nah kalau yang sudah terampil Insya Allah yang ringan itu menjadi mudah. Sehingga yang terselamatkan menjadi lebih banyak. Jadi poinnya di sana jangan dimaknai sebagai kepastian, tidak sama sekali, belum tentu terjadi. Hanya untuk berlatih seperti itu, bersiap baik warga tidak boleh panik ya. Tapi kan juga tidak boleh lengah dan menganggap enteng kajian ilmiah potensi gempa dan tsunami ini,” tegasnya.

Oleh karena itu, Barlius mengatakan perlu antisipasi yang dilakukan oleh warga dan juga lurah setempat. Khususnya menyiapkan masyarakat agar rutin melakukan latihan evakuasi agar ketika terjadi kondisi darurat masyarakat tetap waspada.

Kadis Kominfo Padang, Rudi Rinaldi mengatakan pentingnya Alat Perangkat Ukur Murah untuk Muka Air Laut (PUMMA) untuk Tsunami Early Warning System di Kota Padang dan Kepulauan Mentawai yang dipasang di pulau terluar Kota Padang.

Berikut ini adalah langkah-langkah antisipasi yang dapat anda lakukan jika terjadi gempa bumi.

Antisipasi Sebelum Gempa Bumi

1. Ingat kunci utama

Mengenali apa yang disebut gempa bumi. Pastikan bahwa struktur dan letak rumah anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa bumi seperti longsor, liquefaction dan lain-lain. Mengevaluasi dan merenovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempa bumi.

2. Kenali lingkungan tempat bekerja

Perhatikan letak pintu, lift serta tangga darurat, apabila terjadi gempa bumi, sudah mengetahui tempat paling aman untuk berlindung. Belajar melakukan P3K, belajar menggunakan alat pemadam kebakaran, dan catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempa bumi.

3. Persiapkan rutin di rumah dan tempat kerja

Perabotan seperti lemari, kabinet, dan lain-lain, diatur menempel pada dinding dipaku, diikat, dan lain-lain untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempa bumi. Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran. Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.

4. Ingat, penyebab kecelakaan paling banyak

Adalah kejatuhan material, sehingga penting untuk mengatur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempa bumi terjadi, misalnya lampu gantung, pajangan dan sebagainya.

5. Alat yang harus tersedia

Pastikan ketersediaan kotak P3K, senter atau lampu baterai, radio, dan makanan suplemen hingga stok air.

Hal-hal yang Dilakukan Saat Gempa Bumi

1. Jika berada dalam bangunan

Lindungi badan dan kepala anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja dan lain-lain. Cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan goncangan. Lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.

2. Jika berada di luar bangunan

Menghindari dari bangunan yang ada di sekitar anda seperti gedung, tiang listrik, pohon, dan lain-lain. Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.

3. Jika sedang berkendara

Keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran. Selanjutnya lakukan tindakan saat berada di luar ruangan.

4. Jika berada di pesisir pantai

Jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.

5. Jika berada di area pegunungan

Hindari daerah tanah yang labil dan yang mungkin terjadi longsoran.

Hal-hal yang Dilakukan Usai Gempa Bumi Melanda

1. Jika berada di dalam bangunan. Keluar dari bangunan tersebut dengan tertib. Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa. Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K. Telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar anda.

2. Periksa lingkungan sekitar. Periksa apabila terjadi kebakaran, periksa apabila terjadi kebocoran gas, periksa apabila terjadi hubungan arus pendek listrik.

Jangan lupa periksa aliran dan pipa air, periksa juga apabila ada hal-hal yang membahayakan seperti harus mematikan listrik, tidak menyalakan api dan lain-lain.

3. Jangan masuki rumah yang terdampak gempa bumi. Hal ini karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.

4. Jangan berjalan di daerah sekitar gempa. Wajib dilakukan, karena dikhawatirkan adanya bahaya gempa susulan yang kemungkinan terjadi.

5. Selalu mendengarkan informasi. Ini penting apabila internet tidak tersambung bisa mendengarnya melalui radio, khususnya apabila kemungkinan terjadinya gempa susulan. Tapi berhati-hati, jangan mudah terpancing berita atau isu yang sumbernya tidak jelas.

6. Ingat mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.

7. Jangan panik, dan jangan lupa selalu berdo’a kepada Tuhan YME demi keamanan dan keselamatan.

Related posts