MINANGKABAUNEWS.com, SOLOK — Suasana hangat Ramadan di Masjid Nagari Kuncir, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, mendadak berubah menjadi forum curhat warga saat kedatangan tamu istimewa. Drs. H. Muhidi, MM., yang sehari-hari menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, datang untuk bersilaturahmi, tetapi malah disambut dengan sederet keluhan panas dari masyarakat.
Bukan soal makanan berbuka atau takjil, warga justru mengadukan persoalan yang tak kalah penting: sinyal telekomunikasi yang hilang-timbul dan akses internet yang nyaris tak bisa diandalkan. Di tengah era digital yang serba cepat, Nagari Kuncir seolah tertinggal jauh karena infrastruktur jaringan yang minim.
Para orang tua mengeluh anak-anak mereka kesulitan mengikuti pelajaran daring. Pelaku usaha kecil mengaku terhambat memasarkan produk secara online. Informasi dari luar daerah pun kerap telat sampai. “Kami ingin hidup seperti masyarakat lainnya, Pak. Bisa komunikasi lancar, anak-anak bisa belajar dengan internet,” ujar seorang tokoh masyarakat dengan nada memelas.
Mendengar curahan hati warganya, Muhidi yang dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat itu tak tinggal diam. Dengan sigap, ia berjanji akan membawa masalah ini ke meja pemerintahan. “Ini bukan sekadar soal sinyal. Ini soal masa depan anak-anak kita dan roda ekonomi warga,” tegasnya di hadapan jamaah, Minggu (22/2) malam.
Muhidi langsung menginstruksikan agar koordinasi dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Sumatera Barat segera dilakukan. Menurutnya, pembangunan menara telekomunikasi di kawasan itu bukan lagi sekadar usulan, melainkan kebutuhan mendesak yang harus direalisasikan.
“Saya akan dorong agar dinas terkait segera turun ke lapangan. Jangan sampai masyarakat di daerah terisolasi dari informasi hanya karena infrastruktur yang belum memadai,” ujar Muhidi penuh semangat.
Sementara itu, Kepala Biro Pembangunan Provinsi Sumatera Barat, Ria Wijayanty, yang turut hadir, menyatakan kesiapan pemerintah untuk bergerak cepat. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Kominfo tingkat kabupaten terlebih dahulu. Jika tidak kunjung ada titik terang, pemerintah provinsi siap mengambil alih untuk memastikan tower telekomunikasi segera berdiri di Nagari Kuncir.
“Kami akan siapkan bahan dan data pendukung. Harapannya, dalam waktu dekat warga sudah bisa menikmati internet lancar seperti daerah lainnya,” pungkas Ria.
Kini, warga Nagari Kuncir hanya bisa berharap, janji manis di bulan suci ini segera berbuah nyata, agar sunyi sinyal tak lagi menjadi teman sehari-hari.






