Jelang Idul Adha 1443 H, Hewan Ternak yang Terpapar PMK Aman untuk Dikonsumsi

Kadis Pertanian Padang Syahrial Kamat saat jadi narasumber diseminasi Informasi Kominfo Padang, Rabu, (25/5).

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG – Dinas Pertanian Kota Padang memastikan, stok hewan ternak menjelang hari raya Idul Adha dalam kondisi aman. Untuk tetap aman dari wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), dinas pun melakukan proteksi dengan melarang adanya sapi dari luar kota Padang.

Kadis Pertanian Padang, Syahrial Kamat mengatakan, wabah PMK hewan tidak memiliki pengaruh besar terhadap ketersediaan ternak.

Read More

“Jadi ketersediaan ternak di Padang menghadapi Idul Adha sangat aman,” kata Syahrial.

Syahrial menyampaikan, dari hasil surveilans di lapangan, hingga saat ini masih satu kasus ditemukan kasus PMK di Padang. Pihaknya terus melakukan upaya antisipasi penularan wabah tersebut agar tidak merambah luas. Salah satunya mewaspadai akses lalu lintas pengiriman masuknya hewan ternak dari luar daerah.

“Meski lalu lintas hewan ternak tidak ditutup, yang pasti kita perlu waspada, karena kita satu kasus PMK,” tuturnya.

Syahrial juga membeberkan, meski wabah PMK sudah merambak di tiga kabupaten/kota di Sumbar, tidak begitu berpengaruh terhadap harga ternak di Padang.

Kepala Dinas Pertanian Syahrial Kamat, juga menghimbau masyarakat mewaspadai penyakit mulut dan kulit (PMK) yang terjangkit pada hewan ternak.

Hal tersebut mengingat ditemukan kasus PMK pada hewan ternak di Kota Padang beberapa waktu lalu. Sehingga langkah penangan dan pencegahan agar tidak mewabah lebih luas.

Kendati demikian Syahrial mengatakan penyakit ini tidak berefek bagi manusia, daging hewan tetap boleh dikonsumsi dengan syarat proses pengolahannya sesuai standar kesehatan.

“Jika nanti ditemukan ada hewan kurban yang terjangkit PMK, masyarakat jangan khawatir. Dagingnya tetap aman dikonsumsi, tentunya dimasak sesuai standar kesehatan,” ungkap Kadis

Related posts