Jemaah Shiddiqiyyah Pertanyakan Izin Ponpes Dicabut Buntut Kasus Mas Bechi

MINANGKABAUNEWS.COM, JAKARTA – Jemaah Shiddiqiyyah Jombang keberatan dengan keputusan Kemenag yang mencabut izin Ponpes Shiddiqiyyah. Sebab, pendidikan di pesantren itu, menurut mereka, tidak menyimpang.

Warga asal Pekalongan, Agus Salim, mengaku telah mengaji di tarekat Shiddiqiyyah sejak 2000-an. Menurutnya, ia merasa bisa menjalankan ajaran Islam dengan lebih baik dan hidup lebih tenang.

“Harus dibuktikan dulu kebenarannya bagaimana. Saya tetap masih mengaji,” kata Agus kepada wartawan di Mapolres Jombang, ketika ditanya bagaimana bisa Ponpes itu ditutup?

Senada dengan Agus, Muhammad Rodhi (46) asal Grobogan, Jateng, ini mengaku tetap cinta terhadap mursid tarekat Shiddiqiyyah. “Kami tetap cinta terhadap Sang Maha Guru, cinta terhadap mursid tarekat Shiddiqiyyah. Karena menurut saya, beliau mendidik akhlakul karimah dan mendidik cinta tanah air,” katanya.

Agus dan Rodhi diketahui ikut diamankan ke Mapolres Jombang saat upaya penangkapan Mas Bechi (42) di Ponpes Shiddiqiyyah pada Kamis (7/7/2022).

Sebelumnya, Kemenag mencabut izin Ponpes Shiddiqiyyah diambil karena pihak pesantren dinilai menghalang-halangi proses penangkapan salah satu pemimpinnya, yang karib disapa Mas Bechi, yang telah menjadi tersangka DPO kepolisian dalam kasus pencabulan terhadap santriwati

Related posts