Jembatan Silaing Bawah Padang Panjang Riwayatnya Kini

  • Whatsapp
Jembatan di Silaing Bawah
Jembatan di Silaing Bawah, Padang Panjang.

Oleh: Muhamad Fadli dan Ferdinal

Apakah kamu masih ingat jembatan yang berada di Kelurahan Silaing Bawah.  Ya, jembatan  penghubung antara beberapa objek wisata di Kota Padang Panjang dari RM Talua Barendo, Tugu Vespa dan Minang Village (MIFAN) yang kini menjadi jembatan yang tak terurus.

Read More

Pada masa jayanya, jembatan ini merupakan alat penghubung utama bagi wisatawan menuju Minang Village. Namun, sekarang jembatan ini tidak digunakan lagi karena wisata yang berada dis eberang Minang Village tersebut baik itu Rumah Makan Talua Barendo atau pun Tugu Vespa kurang berkembang. Dengan kurang berkembangnya wisata seberang maka keadaan dari jembatan semakin mengkhawatirkan seperti papan-papan pijakan yang mulai rapuh dan hilang.

“Jembatan harus diperbaiki, karena jembatan tersebut merupakan jalan pintas menuju MIFAN dan memiliki kekayaan alam yang banyak. Jembatan ditukar dengan jembatan besi supaya tidak mudah lapuk.” ujar rahmayulis (60) masyarakat sekitar.

Beberapa tahun berikutnya pemerintah Kota Padang Panjang berusaha menghidupkan kembali kawasan tersebut. Pemerintah Kota Padang Panjang  membangun sebuah taman di dekat Rumah Makan Talua Barendo tersebut yang diberi nama Taman Serambi Hijau.

Taman ini dulunya merupakan sebuah kolam tempat memancing masyarakat sekitar. Taman ini cukup nyaman untuk bermain bagi anak-anak. Namun, upaya pemerintah untuk menghidupkan kawasan tersebut terlihat sia-sia karena karena taman, rumah makan dan jembatan tersebut masih tidak digunakan oleh masyarakat dan telah lama ditinggalkan sehingga terlihat angker dan mengerikan.

Dengan menghidupkan kembali wisata yang berada diseberang MIFAN seperti Taman Serambi Hijau, diharapkan pemerintah dapat memfungsikan kembali jembatan yang berada disana. Pemerintah dapat memperbaiki jembatan tersebut agar masyarakat dapat menyeberang.

Jembatan ini membutuhkan penerangan yang baik, dikarenakan untuk penerangan pada lokasi sangat minim dan kelistrikan yang berada di dekat jembatan sudah banyak yang rusak, Sebagai contoh isolator yang berada di atas RM Talua Barendo telah berlumut dan kurang perawatan sehingga menghasilkan suara decitan yang keras sehingga ditakutkan akan berbahaya bagi masyarakat sekitar. Dengan memperbaiki hal tersebut maka daerah disekitaran jembatan akan aktif kembali dan hal ini yang dapat mempengaruhi perekonomian masyarakat sekitar.

“Diharapkan untuk pemerintah agar lebih memperhatikan keadaan infrastruktur yang berada di Kelurahan Silaing Bawah, dilihat seperti lampu-lampu dan sel surya yang berada di Taman Hijau sudah banyak yang hilang dicuri orang” ujar Reyhan (21).

Dengan keadaan tersebut, mahasiswa KKN Universitas Andalas Kelurahan Silaing Bawah melakukan inovasi dengan membuat sebuah alat cuci tangan otomatis. Agar ketika taman aktif kembali maka masyarakat tetap mengikuti prokes yang telah dibuat oleh pemerintah. Hal tersebut juga dapat nilai tambah untuk taman tersebut, agar minat masyarakat untukk mengaktifkan wisata yang berada di seberang MIFAN dapat terealisasi sehingga jembatan yang telah ditinggal bertahun-tahun dapat berfungsi kembali.

Diharapkan, pemerintah memperhatikan hal tersebut. Agar wisata dan keindahan alam yang berada di Kelurahan Silaing Bawah dapat di-expose keseluruh masyarakat.

/* Penulis adalah Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Andalas

 

Related posts