Jenderal Polisi Berhati Emas: Wakapolda Sumbar Pilih Berdialog dengan Mahasiswa daripada Duduk di Kursi Kantor

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Sorak-sorai mahasiswa baru Universitas Negeri Padang (UNP) memenuhi Auditorium Air Tawar, Jumat (14/8). Bukan karena konser musik atau pertunjukan artis ibukota, melainkan karena kehadiran seorang jenderal polisi yang memilih turun langsung berdialog dengan generasi muda, daripada menghabiskan waktu di balik meja kantor.

Brigjen Pol. Solihin, Wakapolda Sumatera Barat, datang dengan senyum ramah dan sapaan hangat yang mencairkan suasana formal penutupan PKKMB 2026. Jenderal bintang satu ini bukan sekadar memberi kuliah umum, ia hadir layaknya seorang kakak yang peduli dengan masa depan adik-adiknya.

Di hadapan ribuan mahasiswa baru dan jajaran pimpinan UNP yang dipimpin Rektor Ir. Krismadinata, Ph.D., pria kelahiran 1973 ini menyampaikan pesan yang langsung menusuk kesadaran: “Jaga marwah kalian, jaga martabat Sumatera Barat!”

Dengan gaya bicara yang santai namun penuh makna, ia mengingatkan tentang bahaya narkoba yang kini merambah ke berbagai pelosok Sumbar. “Bayangkan, satu butir pil setan itu bisa menghancurkan mimpi kalian yang sudah dibangun sejak kecil,” ucapnya dengan intonasi menggetarkan.

Tidak berhenti di situ, alumnus Akpol 1996 ini juga menyoroti fenomena sosial yang mengancam, mulai dari perilaku menyimpang LGBTQ+, perundungan yang masih terjadi di lingkungan pendidikan, hingga ancaman hoaks yang bisa memecah belah persaudaraan. Semua ia sampaikan dengan data dan fakta yang membuat peserta terhenyak.

Yang menarik, di sela-sela paparannya, Brigjen Solihin menyempatkan diri bercanda dengan mahasiswa dan menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis dengan penuh kesabaran. Sesi tanya jawab yang berlangsung hampir satu jam berjalan cair, bahkan beberapa mahasiswa berani melontarkan pertanyaan tentang tantangan generasi Z di era digital.

“Kampus ini harus menjadi benteng terakhir moralitas generasi muda. Jangan biarkan narkoba dan perilaku menyimpang merusak masa depan bangsa,” tegasnya disambut tepuk tangan meriah.

Rektor UNP, Ir. Krismadinata, Ph.D., dalam sambutannya tak kalah antusias. Ia menyebut kehadiran Wakapolda adalah angin segar bagi mahasiswa baru yang sedang mencari jati diri. “Ilmu tidak hanya datang dari buku dan dosen, tapi juga dari pengalaman para senior seperti beliau. Manfaatkan kesempatan ini!” serunya kepada para mahasiswa.

Di akhir acara, yang paling mengesankan bukanlah materi yang disampaikan, melainkan sikap jenderal polisi yang dikenal rendah hati ini. Saat acara usai, ia tidak langsung tergesa-gesa meninggalkan lokasi. Justru, ia menyempatkan diri berfoto bersama mahasiswa, berbincang santai di luar ruangan, bahkan beberapa mahasiswa mengaku mendapat masukan pribadi darinya.

“Beliau luar biasa, sangat merakyat dan tidak sombong. Kami jadi sadar bahwa polisi juga sahabat kami,” ujar Rina, salah satu mahasiswa baru FKIP UNP dengan mata berbinar.

Sinergi antara UNP dan Polda Sumbar ini bukan sekadar seremoni belaka. Ini adalah komitmen nyata untuk menciptakan generasi emas Sumatera Barat yang cerdas, berkarakter, dan bebas dari ancaman sosial. Kegiatan yang mendukung SDG 3 (Kesehatan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 16 (Perdamaian dan Keadilan) ini menjadi bukti bahwa kampus dan kepolisian bisa bersinergi mencetak pemimpin masa depan.

Pos terkait