Jeritan Pedagang Pasar Atas Bukittinggi Menghadapi Online Shop

  • Whatsapp
Pasar Atas Bukittinggi
Pasar Atas Bukittinggi (Foto: Dok. Istimewa)

Oleh: Audira Fitri Novadoriz

Keberadaan online shop saat ini menimbulkan persaingan ketat dalam dunia perdagangan, terkhususnya menjadi ancaman bagi para pedagang baju di kawasan Pasar Atas Bukittinggi. Mengapa menjadi ancaman? Karena orang-orang zaman ini cenderung lebih menyukai hal-hal yang bersifat praktis. Contohnya hanya bermodalkan smarthphone, kini kita bisa berbelanja dari mana saja dan kapan saja tanpa harus pergi keluar rumah untuk membeli sesuatu.

Read More

Ibu Donna (47), salah seorang pedagang baju di Pasar Atas Bukittinggi, Sumatera Barat. Ibu Donna yang sudah berjualan selama hampir 17 tahun ini, mengeluhkan penurunan omset dari waktu ke waktu karena pengaruh perkembangan online shop. “Sudah dari 2005 saya berjualan baju disini, tapi baru belakangan ini keadaan pasar berubah drastis. Sudah ada yang masuk ke toko aja udah syukur sekarang ini”.

Ia juga menuturkan bahwa “Sebelum online shop belum terlalu berkembang, Pasar Atas Bukittinggi ini sangat ramai pengunjung. Karena menjadi pilihan utama masyarakat Kota Bukittinggi untuk berbelanja. Tapi tidak bisa dipungkiri, teknologi semakin canggih dan berkembang membuat orang-orang lebih melirik ke pasar online”.

Sejak saat itu para pedagang pasar pun terus mengalami penurunan omset. Hal inilah yang mengharuskan para pedagang baju di Pasar Atas Bukittinggi memutar balikan otak, untuk memikirkan strategi pemasaran seperti apa yang tepat agar pembeli tetap melirik dan membeli barang dagangannya. Lalu, apa upaya beliau untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi guna memperbaiki tingkat pemasaran barang tokonya?

“Perkembangan pesat pada Online Shop memang benar-benar menimbulkan dampak besar bagi kami. Dimana penurunan omset benar-benar terlihat sangat jelas. Untuk itu saya memikirkan berbagai cara agar barang dagangan saya tetap laku. Tapi sekarang saya sudah menemukan metode yang Alhamdulillah cocok dan menjadikan dagangan saya tetap bisa laku hingga saat ini,” ujar ibu Donna.

Ibu Donna juga menjelaskan metode apa yang ia terapkan pada usahanya. “Metode yang saya pakai sebenarnya hanya hal-hal sederhana, yaitu saya memanfaatkan media sosial. Karena menjadi pedagang di pasar tradisonal bukan berarti tidak bisa ikut berjualan online bukan? Dengan mengunggah foto produk pada Instagram ataupun story WhatsApp yang berisi perkembangan mengenai status tentang produk baju terbaru yang ada di toko. Maka pembeli bisa melihat dan memilih baju lewat media sosial saya”.

Merintis usaha toko kecil dan juga bertahan sebagai pedagang kecil saat ini memang tidaklah mudah. Sudah banyak toko pedagang yang memilih untuk menutup tokonya karena pendapatan yang setiap harinya semakin menurun.

Dari banyaknya pedagang baju yang sudah mulai gulung tikar di Pasar Atas Bukittinggi ini. Toko ibu Donna ini merupakan salah satu toko yang masih bertahan hingga saat ini. Karena beliau mampu dan mau untuk mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. Sehingga mampu kembali menstabilkan pendapatan dagangan baju nya yang sebelumnya menurun akibat kalah saing dengan online shop.

/* Penulis adalah Mahasiswi Universitas Andalas.

Related posts