MINANGKABAUNEWS.com, SOLOK — Suasana di Aula Rumah Dinas Wali Kota Solok, Sabtu (28/02/2026) siang itu, terlihat berbeda dari biasanya. Bukan sekadar pertemuan formal biasa, ruangan tersebut menjadi saksi pertemuan penting antara penguasa di Bukittinggi dan petinggi di kota berjuluk “Kota Beras”. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, sengaja turun langsung menemui Wali Kota Solok, Ramadhani, beserta jajarannya. Bukan untuk sekadar silaturahmi, melainkan untuk memastikan roda pembangunan di “Kota Beras” berputar searah dengan provinsi.
Duduk berhadapan dengan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Gubernur yang akrab disapa Buya itu tidak main-main. Ia membuka rapat koordinasi dengan nada serius namun penuh semangat. Sorot matanya tajam saat menyoroti kondisi terkini Sumbar yang dinamis.
“Angka pertumbuhan ekonomi kita saat ini tercatat 3,37 persen. Ini bukan angka yang bisa membuat kita berleha-leha,” ujar Mahyeldi membuka sesi arahannya, memecah keheningan ruangan.
Pernyataan itu menjadi pengantar bahwa tantangan ke depan tidak ringan. Buya Mahyeldi mengingatkan, di tengah upaya menggenjot ekonomi, Sumbar juga hidup di atas “karpet merah” bencana. Oleh karena itu, setiap rupiah yang dibelanjakan untuk pembangunan harus tajam, terukur, dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kita harus kompak. Jangan sampai program yang sudah dirancang indah di atas kertas, dampaknya tidak sampai ke bawah. Apalagi kita tinggal di daerah rawan gempa dan banjir. Setiap pembangunan harus juga menjadi benteng mitigasi,” tegasnya.
Di sela-sela arahannya, Gubernur yang juga mantan Wali Kota Padang itu lantas melempar “kado manis” untuk daerah. Ia menyampaikan kabar yang sudah lama dinanti-nanti, yaitu adanya sinyal kuat pengembalian Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang sebelumnya sempat dipotong. Kabar ini sontak membuat para pejabat di ruangan itu mengangkat kepala, penuh harap.
“Insyaallah, dana TKD akan dikembalikan. Momentum ini harus kita manfaatkan sebaik mungkin, terutama untuk rehabilitasi infrastruktur pascabencana dan membangun kembali fasilitas publik yang sempat terhenti,” ungkapnya, disambut anggukan setuju dari Wali Kota Ramadhani.
Mendengar pernyataan tersebut, Wali Kota Solok, Ramadhani, tak bisa menyembunyikan apresiasinya. Di hadapan gubernur, ia memaparkan kondisi daerahnya yang memiliki luas wilayah sekitar 57,64 kilometer persegi. Dengan realisasi TKD yang baru masuk sekitar 40 persen, tambahan dana dari pusat nantinya akan menjadi napas segar bagi pembangunan Solok.
“Kota kami kecil, Pak Gubernur, tapi semangat untuk membangun besar. Sinergi dan perhatian dari provinsi selama ini luar biasa. Apa yang disampaikan Pak Gubernur soal pengembalian TKD ini sangat tepat waktu. Ini akan kami arahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar warga,” ujar Ramadhani penuh antusias.
Rapat koordinasi yang berlangsung lebih dari dua jam itu akhirnya menuai kesepakatan. Tidak ada lagi sekat antara provinsi dan kota. Semua berkomitmen untuk duduk bersama merumuskan kebijakan yang lebih responsif. Mulai dari penanganan ekonomi hingga kesiapsiagaan bencana, semuanya akan digarap dengan satu nafas yang sama: nafas untuk kesejahteraan masyarakat Minang, khususnya warga Kota Solok.
