Kabid Kebudayaan :Dalam Museum Terdapat Gambaran Sejarah Perjalanan Hidup Manusia

MINANGKABAUNEWS, BUKITTINGGI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bukittinggi menggelar Sosialisasi Pemanfaatan Museum Rumah Adat Nan Baanjuang (Museum RANB), mulai 7 hingga 8 Desember 2021, saat ini memasuki hari kedua, bertempat di Istana Bung Hatta, Kota Bukittinggi, Rabu (8/12/2011).

Pemateri dalam sosialisasi pemanfaatan Museum RANB ini menghadirkan dua narasumber yakni, Prof. Dr. Herwandi, M.Hum, Guru Besar Ilmu Budaya Universitas Andalas, dan Silfia Devi, S.Sos, M.Si Pamong Budaya Ahli Muda Balai Pelestarian Nilai Budaya dan dipandu oleh Dr.Silfia Hanani, M.Si Dosen IAIN Bukittinggi sebagai moderator.

Read More

Kabid Kebudayaan, Disdikbud Bukittinggi, Mul Akhiar dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan PP nomor 66 tahun 2015 tentang museum.

Dimana PP tersebut mengamanatkan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat, serta menjadikan museum sebagai pusat edukasi.

“Ini untuk membantu perkenalan perjalanan sejarah di museum,” ujar Mul Akhiar.

Dalam museum-museum tersebutlah terdapat gambaran sejarah perjalanan hidup manusia.

“Di museum generasi mendatang dapat melihat Alu dan Lasuang (alat tumbuk padi), karena sekarang penggilingan padi sudah otomatis,” jelas Kabid. Kebudayaan itu.

Peserta Sosialisasi Pemamfaatan Museum, Harfani mengatakan, sosialisasi sangat bermamfaat, dimana pemahamannya dan masyarakat awam pada umumnya bahwa museum adalah tempat rekreasi yang kuno.

“Akhirnya kita menyadari kalau museum ternyata tidak hanya tempat rekreasi, tapi juga pusat edukasi. Namun museum juga bisa menjadi tempat wisata sejarah,” kata Harfani.

Related posts