MINANGKABAUNEWS.com,PADANG – Kabar membanggakan datang dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat. Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Dr. H. M. Rifki, M.Ag resmi meraih gelar doktor setelah mengikuti prosesi Wisuda ke-93 Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN-IB) Padang, Sabtu (26/4/2025).
Pada momen bersejarah ini, Dr. Rifki berhasil mempertahankan disertasi ilmiahnya yang berjudul “Pengembangan Model Pelatihan Manasik Haji dan Umrah Menggunakan Perangkat Virtual Reality”, di hadapan dewan penguji dan akademisi terkemuka. Disertasi tersebut merupakan sebuah terobosan dalam dunia pendidikan haji dan umrah, memadukan teknologi modern dengan kebutuhan praktis jemaah.
“Alhamdulillah, ini adalah amanah ilmu yang harus saya bawa untuk kemaslahatan umat. Semoga apa yang telah saya teliti dan kembangkan ini bisa menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan model pelatihan haji dan umrah di masa depan,” ujar Dr. Rifki penuh syukur usai acara wisuda.
Dalam disertasinya, Dr. Rifki mengusulkan pendekatan baru untuk pelatihan manasik, yakni melalui integrasi Virtual Reality (VR). Teknologi ini dinilai mampu memberikan simulasi pengalaman berhaji dan berumrah yang lebih nyata, lebih efektif, serta dapat meningkatkan pemahaman jemaah terhadap rukun, wajib, dan sunnah ibadah di tanah suci.
Model pelatihan berbasis VR ini juga menjadi solusi atas berbagai kendala yang sering dihadapi dalam pelatihan manasik konvensional, seperti keterbatasan tempat, waktu, dan keterjangkauan peserta. Dengan VR, jemaah bisa merasakan pengalaman berada di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi secara virtual, sehingga meningkatkan kesiapan mental dan teknis mereka sebelum benar-benar berangkat ke tanah suci.
Keberhasilan Dr. Rifki meraih gelar doktor ini mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak.
Rekan-rekan sejawat dan para ASN di lingkungan Kanwil Kemenag Sumbar dan Keluarga besar Muhammadiyah Sumbar juga turut memberikan ucapan selamat dan harapan agar ilmu yang diperoleh Dr. Rifki bisa menjadi inspirasi untuk terus bergerak maju dan berkontribusi positif bagi umat.
Selain itu, banyak pihak menilai bahwa penelitian ini sangat relevan dengan kebutuhan zaman, di mana teknologi informasi dan digitalisasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern, termasuk dalam pembinaan keagamaan.
Tidak hanya itu, Dr. Rifki juga berharap agar model pelatihan berbasis VR ini dapat diadopsi secara lebih luas oleh berbagai lembaga penyelenggara manasik di Indonesia, bahkan di tingkat nasional.
“Penggunaan teknologi dalam pendidikan keagamaan adalah keniscayaan. Ini bukan untuk menggantikan metode tradisional, tetapi untuk melengkapinya, agar jemaah kita semakin siap dan mantap dalam menjalankan ibadah,” tambahnya.
Dengan pencapaian ini, Dr. Rifki yang juga Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sumbar tersebut menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan inovasi, memperluas riset, dan membaktikan ilmu yang dimilikinya untuk kemajuan dunia haji dan umrah, serta pendidikan Islam secara umum.
Wisuda ini juga menjadi momen penuh haru dan kebahagiaan, yang disaksikan oleh keluarga, kerabat, rekan sejawat, serta para akademisi.
Gelar doktor yang kini disandang Dr. Rifki tidak hanya merupakan bentuk pengakuan akademik, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa dedikasi dan kerja keras akan berbuah hasil yang gemilang.
Dengan semangat baru sebagai doktor, Dr. H. M. Rifki, M.Ag siap melangkah lebih jauh untuk memberikan sumbangsih terbaik bagi bangsa, umat, dan dunia pendidikan keagamaan di Indonesia.






