Kabupaten Layak Anak, Tekan Angka Putus Sekolah dan Kasus Hukum

  • Whatsapp

 

Limapuluh Kota, MinangkabauNews,- Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) lakukan pengembangan Kabupaten Layak Anak (KLA) secara Top Down dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga nagari. Dari 79 nagari dalam sebaran 13 kecamatan yang ada sudah 10 kecamatan yang layak anak. Dalam perkembangan tersebut dari bentuk sosialisasi yang dilakukan di 79 Nagari, 52 nagari berkomitmen untuk menciptakan Nagari Layak anak.

“Sebagai penerus bangsa setiap anak mendapat bimbingan dan pendampingan agar berkualitas. Ini bagian dari solusi untuk menekan angka anak putus sekolah hingga anak berhadapan dengan hukum,” kata Bupati Safaruddin Dt Bandaro Rajo ketika mengikuti tahapan verifikasi lapangan hybrid dan evaluasi kabupaten layak anak secara virtual di Aula Kantor bupati, Sarilamak, Jumat (11/6/2022).

Sementara itu tim verifikator, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Meydina Wisistuti menyampaikan, dengan terbitnya Peraturan Presiden no 25 tahun 2021 KLA dan perlindungan anak jadi lebih kuat dan dapat terus dikembangankan untuk memenuhi hak dan kebutuhan anak sebagai generasi penerus.

“KLA akan di evaluasi, kita dapat melihat tanggung jawab seluruh kepentingan dalam melindungi anak, dan tetapkan peraturan UU no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak sebagai pedoman evaluasi,” kata Meydina.

Ditambahkannya, jumlah anak usia 18 tahun ada 84 juta anak, sebanyak 31,6 persen harus dipenuhi hak nya sebagai generasi yang terpenuhi seluruh hak dan kebutuhan seperti Pemenuhan sipil, kesehatan, keluarga, pendidikan dan perlindungan khusus.

“Akan terus menjadi perhatian kita bersama, terkhusus kepada kabupaten yang telah menjadi KLA. Indonesi layak anak dapat kita wujudkan tahun 2022 dan atas dukungan bupati kami ucapkan terimkasih.” Tutupnya. (rn)

Related posts