Kadis Pariwisata Sumbar: Pelaku Harus Perhatikan Hospitality dan Kebersihan dalam Memajukan Pariwisata dan Ekraf

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Dinas Pariwisata provinsi Sumbar kembali menggelar bimtek gerakan sadar wisata demi tingkatkan peran serta masyarakat dalam kemitraan pariwisata angkatan ke-53 di Hotel Axana, Padang Sabtu, (30/9/2023)

Kegiatan ini terselanggara berasal dari pokok pikiran Anggota DPRD Sumbar, Syawal. Hadir juga Kabid Sumber Daya Pariwisata & Ekonomi Kreatif Dispar Sumbar Raymon.

Read More

Kadis Pariwisata Sumbar, Luhur Budianda mengatakan pariwisata bukan hanya bicara tentang promosi dan infrastruktur. Banyak tantangan untuk mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif agar lebih baik dan mengikuti perkembangan zaman.

“Kedepannya kita harus melakukan perubahan dan harus berani keluar dari kenyamanan. Caranya dengan berani mengubah kebiasaan. Kalau tidak berubah, sudah pasti akan ditinggal zaman. Mulai dari sekarang kita harus berani mengubah mindset kita,” ujar Luhur.

Ia juga berbagi soal strategi pengembangan pariwisata ke depan, yang prioritas utamanya adalah mengubah orientasi dari quantity tourism menjadi quality tourism. Lalu ada juga inbound strategy, meningkatkan keselamatan dan keamanan para wisatawan.

Dia juga menyampaikan, meski pengelola objek wisata sudah mengelola objek miliknya secara optimal, tetap diperlukan upaya pengembangan destinasi sesuai prinsip pengelolaan pariwisata. Di antaranya dengan konsep 3A yakni atraksi, aksesibilitas, dan amenitas. Sehingga, pengelolaan berjalan baik dan destinasi tersebut banyak diminati.

Ditambahkan, atraksi adalah apa yang bisa dilihat dan dilakukan oleh wisatawan di destinasi tersebut. Bisa keindahan alam, budaya masyarakat setempat, peninggalan bangunan bersejarah, serta atraksi buatan seperti sarana permainan dan hiburan. Ini harus unik dan berbeda.

“Aksesibilitas adalah sarana dan infrastruktur untuk menuju destinasi, seperti jalan raya, ketersediaan sarana transportasi, dan rambu-rambu penunjuk jalan,” terangnya.

Sementara, kata Luhur, amenitas adalah fasilitas di luar akomodasi, seperti rumah makan, restoran, toko cinderamata, dan fasilitas umum seperti sarana ibadah, kesehatan, taman, dan lain-lain.

Dijelaskan, pelatihan yang diselenggarakan 30 September-1 Oktober 2023 tersebut, diikuti 50 peserta perwakilan pengelola pariwisata di Sumbar. Kegiatan itu bertujuan melakukan pembinaan serta meningkatkan sumber daya manusia di bidang pariwisata, khususnya para pengelola destinasi.

“Agar semua memiliki ilmu tata kelola objek wisata dengan baik,” pungkasnya.

Dia menambahkan Dari januari -Juli 2023 BPS mencatat jumlah kedatangan wisatawan ke Sumbar mencapai 6,5 juta kunjungan.


Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Minangkabaunews.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Related posts