Kadisdikbud : Dua siswa Pesisir Selatan wakili Sumbar di O2SN

  • Whatsapp

PESISIR SELATAN, MINANGKABAUNEWS — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan Salim Muhaimin mengungkapkan dua orang siswa di daerah itu mewakili Sumatera Barat pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang karate.

Menurutnya pemerintah kabupaten kini terus menggali potensi siswa sesuai minat bakatnya yang tidak hanya pada bidang pendidikan semata, namun juga keahlian lainnya seperti olahraga, kesenian dan bidang keagamaan.

“Karena setiap orang memiliki potensi yang berbeda sesuai kodratnya. Jadi tidak mesti bidang sains, bisa jadi olahraga, seni dan budaya atau kemampuan lainnya,” ungkap Salim di Painan.

Dua orang siswa yang mewakili Ranah Minang di O2SN 2022 itu masing-masing adalah Sukri Yandi Alfais siswa SMP Negeri 3 Painan yang berlaga pada cabang karate kategori kata perorangan putera.

Gilang Aldiansyah siswa SD Negeri 14 Laban Kecamatan IV Jurai yang juga pada cabang karate kategori kata perorangan. Keduanya bakal tampil di Balai Pengembangan Talenta Indonesia Kemendikbud di Jakarta.

Salim melanjutkan penggalian potensi itu guna mewujudkan sumber daya manusia Pesisir Selatan yang berdaya saing dan berprestasi, baik skala nasional maupun internasional.

Hal itu juga sejalan dengan transformasi kepemimpinan dalam pembelajaran yang dikemas dalam kurikulum merdeka belajar. Guru tidak lagi memaksakan peserta didik harus mengerti dengan pelajaran tertentu.

Namun lebih pada memberi pendampingan pada siswa untuk menggali dan sekaligus mengembangkan potensinya sesuai minat bakat yang mereka miliki, baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

“Tidak ada lagi penilaian siswa pintar atau bodoh, tapi bagaimana kita bisa membantu menemukan potensi masing-masing,” ujar mantan Kepala SMA Negeri 3 Painan itu.

Pemaksaan mata pelajaran tertentu pada peserta didik berarti mengebiri nilai-nilai dan potensi dasar setiap manusia, apalagi sampai memberi label bodoh hanya karena tidak menguasai pelajaran tertentu.

Karena itu pemerintah kabupaten dalam rangka menggali dan mengembangkan potensi para siswa bakal mencanangkan sekolah nagari (desa adat) atau kegiatan siswa di luar sekolah yang berbasis nagari.

Setiap sekolah sesuai jenjang pendidikan di satu nagari bisa melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler bersama dan siswa bakal didampingi seorang guru yang ditunjuk pihak sekolah.

“Kegiatannya macam-macam, mulai dari olahraga, seni budaya, Tahfiz Qur’an atau kegiatan lainnya yang berbasis potensi individu. Masing-masing ada tempatnya,” terang Salim.

Selanjutnya diadakan lomba sesuai kegiatan yang diikuti siswa, mulai dari tingkat nagari, kecamatan hingga kabupaten, sehingga guru dan orang tua siswa bisa melihat potensi yang dimiliki masing-masing anak.

Sebagai bentuk dukungan pemerintah kabupaten telah menyiapkan anggaran untuk sekolah nagari seperti honor guru pendamping yang akan dialokasikan dari Bantuan Operasional Daerah.

“Kita harus gali potensi anak sejak dini, sehingga cita-cita melahirkan sumber daya manusia yang berdaya saing itu terwujud sesuai harapan,” tuturnya.

Related posts