Kado HUT RI, Layanan Darurat 112 di Agam Diluncurkan

MINANGKABAUNEWS– Layanan panggilan darurat dengan nomor 112 di Kabupaten Agam, resmi diluncurkan pada momentum peringatan HUT Republik Indonesia ke 81, Senin (17/8). Hal tersebut diklaim sebagai kado istimewa guna memudahkan masyarakat mendapatkan pertolongan saat mengalami kondisi darurat.

Bupati Agam Benni Warlis menyebut, kehadiran layanan darurat tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk memperkuat kualitas pelayanan publik. Layanan itu dihadirkan sebagai bentuk komitmen pihaknya dalam memberikan respons yang lebih cepat kepada masyarakat, terutama saat terjadi kondisi darurat atau persoalan yang membutuhkan penanganan segera.

Bacaan Lainnya

“Layanan 112 ini menjadi kado istimewa bagi masyarakat Kabupaten Agam di hari kemerdekaan. Kita ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mendapatkan pelayanan, terutama ketika menghadapi kondisi darurat,” sebut Bupati.

Menurut bupati, keberadaan layanan 112 tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan dan koordinasi yang baik dari seluruh pihak terkait. Sinergi antarlembaga dinilai penting untuk memastikan setiap laporan yang disampaikan masyarakat dapat segera diterima, diverifikasi, dan ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi serta tingkat urgensinya.

“Kita berharap layanan ini benar-benar memberikan manfaat. Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, pemerintah bersama seluruh unsur terkait dapat bergerak cepat memberikan pelayanan,” ujarnya.

Sementara, Perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) RI, Wibi Noviardi, menyambut baik peluncuran layanan panggilan darurat 112 di Kabupaten Agam. Menurutnya, kehadiran layanan tersebut menjadi langkah positif dalam memperkuat akses masyarakat terhadap bantuan pemerintah saat menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan segera.

Wibi menjelaskan, layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa dipungut biaya untuk menyampaikan laporan terkait berbagai kondisi darurat. Aduan tersebut mencakup kejadian seperti kebakaran, kecelakaan, bencana alam, hingga berbagai keadaan lain yang membutuhkan respons cepat dari pihak berwenang.

“Kami dari Kementerian Komdigi mengapresiasi peresmian layanan panggilan darurat 112 Kabupaten Agam. Layanan ini hadir untuk masyarakat dan bisa dinikmati secara gratis. Jika mengalami keadaan darurat seperti kebakaran, kecelakaan, bencana alam dan kejadian darurat lainnya, masyarakat bisa menghubungi 112,” jelasnya.

Wibi menegaskan bahwa keberadaan layanan 112 tidak cukup hanya dengan menyediakan akses bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan keadaan darurat. Menurutnya, kualitas layanan juga sangat bergantung pada kemampuan petugas dalam merespons setiap laporan secara cepat, tepat, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Untuk itu, ia mendorong agar koordinasi dan kerja sama antarlembaga terus diperkuat. Dinas Kesehatan, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Basarnas, TNI, Kepolisian, serta berbagai unsur terkait lainnya diharapkan dapat membangun pola komunikasi dan penanganan yang terintegrasi.

“Selain laporan dari masyarakat bisa diterima, tentunya yang paling penting adalah tindak lanjutnya. Semoga sinergi dari pihak-pihak yang terlibat bisa berjalan dengan baik, sehingga layanan 112 bisa optimal,” katanya.

Wibi juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan 112 secara bertanggung jawab dan hanya menggunakannya ketika menghadapi kondisi yang benar-benar membutuhkan bantuan darurat.

Penggunaan layanan secara tepat dinilai penting agar saluran tersebut tetap dapat berfungsi secara optimal serta memungkinkan petugas memberikan respons kepada masyarakat yang sedang berada dalam situasi mendesak.

Di sisi lain, perwakilan PT Digital Sandi Informasi, Muhammad Alif, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Agam atas resmi diluncurkannya layanan panggilan darurat tersebut. Ia menilai kehadiran layanan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kegawatdaruratan di daerah.

“Selamat untuk Kabupaten Agam telah launching 112 dalam waktu yang terbilang singkat. Kami siap mendampingi Kabupaten Agam supaya layanan 112 ini bisa segera dirasakan masyarakat dan tentunya memberikan pelayanan terbaik untuk seluruh masyarakat,” ujarnya.

Dia menambahkan, sebagai mitra penyelenggaraan layanan 112, pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan kepada Pemerintah Kabupaten Agam. Dukungan tersebut tidak hanya dilakukan pada tahap awal penerapan layanan, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas teknis melalui pelatihan dan pendampingan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan layanan darurat.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu memastikan operasional layanan 112 berjalan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan. Dengan kesiapan sumber daya manusia dan dukungan teknis yang memadai, layanan ini diharapkan mampu memberikan respons yang lebih efektif ketika masyarakat membutuhkan pertolongan dalam situasi darurat.

“Kehadiran 112 diharapkan memperkuat kecepatan respons pemerintah dan seluruh unsur terkait dalam memberikan perlindungan serta pelayanan kepada masyarakat,” ulasnya.

Pos terkait