Refleksi Akhir Tahun 2021 Polres Bukittinggi, Aplikasi Jam Gadang Familiar di Tengah Masyarakat

MINANGKABAUNEWS.COM, BUKITTINGGI – Polres Bukittinggi mengadakan Konferensi Pers akhir tahun 2021 dengan puluhan insan pers di Aula Polres Bukittinggi, Jum’at (31/12/2021).

Semenjak Aplikasi “Polisi Jam Gadang” diaktifkan pada November 2020 lalu, masyarakat bisa lebih mudah mengakses layanan yang ada di wilayah hukum Polres Bukittinggi.

Read More

“Kami harapkan masyarakat sudah familiar dengan aplikasi Jam Gadang di tahun 2022. Apabila ada anggotanya yang melanggar atau tidak sesuai dengan etika kepolisian, masyarakat bisa mengadukannya di aplikasikan tersebut,” ujar Kapolres Bukittinggi ini.

AKBP Dody Prawiranegara lebih lanjut menjelaskan, selama tahun 2021 Polres Bukittinggi telah melakukan operasi kepolisian sebanyak 16 item, mulai dari Penanganan Covid-19, kejahatan jalanan, dan lain-lain sebagainya.

“Kami sudah memberikan penghargaan kepada anggota Polri di tahun 2020 sebanyak 25 penghargaan, dan di tahun 2021 sebanyak 86 penghargaan, angka tersebut peningkatan secara signifikan di tahun ini,” jelas Dody.

Ia menambahkan, untuk pengaduan masyarakat ditahun 2021 turun dari 12 angka dari tahun sebelumnya, berbanding terbalik dengan permohonan informasi yang naik hingga 308 permohonan.

“Untuk jumlah tindak pidana ditahun 2021 turun hingga 247 kasus atau setara dengan 129 persen. Namun terjadi peningkatan di tersangka narkoba dari 58 orang ditahun 2020 menjadi 73 orang ditahun 2021,” imbuhnya.

Kemudian untuk percepatan kegiatan vaksinasi di wilayah Kota Bukittinggi masyarakat yang sudah divaksin dengan dosis 1 dan 2 sudah mencapai 60,27 persen, dan wilayah Agam Timur mencapai 63,60 persen.

“Secara umum jumalah penduduk di wilayah hukum Polres Bukittinggi sebanyak 402,984 orang. Namun yang sudah divaksin dengan dosis 1 dan 2 sebanyak 378,040 orang atau 62,54 persen,” terang Kapolres.

Pihaknya menghimbau untuk menghindari kerumunan di Kota Bukittinggi dan tahun baru dirumah saja.

“Kami bersama Kodim 03/04 Agam, Pemko Bukittinggi dan Pemkab Agam bersepakat akan tetap menegakkan disiplin protokol kesehatan (prokes) terkait Perda nomor 6 Tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru,” tutup Dody mengakhiri.

Related posts