MINANGKABAUNEWS.COM,PADANG PANJANG — Penyusunan usulan dan prioritas pembangunan Kecamatan Padang Panjang Timur (PPT) harus berpijak pada karakteristik wilayah yang dimiliki, mulai dari kawasan pendidikan, sentra pertanian dan ketahanan pangan, hingga daerah perbukitan yang rawan bencana serta permukiman yang terus berkembang.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota, Allex Saputra membacakan sambutan Wali Kota, Hendri Arnis saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan PPT, Kamis. (12/2/2026).
“Perencanaan pembangunan harus berangkat dari kondisi riil wilayah. Dengan begitu, program yang dirumuskan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Allex menyampaikan, Pemerintah Kota menetapkan lima fokus pembangunan pada 2027, yakni pemulihan pascabencana, penanganan sampah secara terintegrasi, penghapusan kemiskinan ekstrem, percepatan penurunan stunting, serta peningkatan ketahanan ekonomi masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemko akan mengalokasikan anggaran Rp150 juta per RT di seluruh wilayah Padang Panjang pada 2027.
“Kebijakan ini diarahkan agar persoalan masyarakat dapat ditangani langsung di tingkat RT. Pembangunan menjadi lebih cepat, spesifik, dan mendorong partisipasi aktif warga,” jelasnya.
Camat PPT, Wira Jaya Septikha menyampaikan, musrenbang kelurahan yang dilaksanakan pada 2–5 Februari 2026 telah menghasilkan 337 usulan yang diinput ke dalam aplikasi SIPD Kemendagri.
Usulan tersebut didominasi bidang fisik sebanyak 299 usulan, disusul bidang ekonomi 24 usulan, serta sosial budaya 14 usulan.
“Seluruh usulan ini dibahas pada musrenbang kecamatan untuk kemudian dilanjutkan ke musrenbang tingkat kota agar dapat diakomodasi dalam APBD Kota Padang Panjang 2027,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda, Putra Dewangga menjelaskan, musrenbang merupakan proses perencanaan pembangunan yang berjenjang, dimulai dari rembuk RT, kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota.
Ia menegaskan, seluruh OPD diminta menyusun program berpedoman pada Renstra OPD serta mengacu pada RPJMD sebelum masuk ke penyusunan Renja OPD dan musrenbang tingkat kota.
Musrenbang PPT ini diikuti sekitar 130 peserta yang terdiri dari unsur Pemerintah Kota serta berbagai elemen masyarakat. (Edi Fatra/ris).






