Kasus Penistaan Agama Ade Armando Ngegantung, Inilah Respon Menohok Pakar Hukum Mudzakkir

Ade Armando jelang dipukuli oleh massa dalam aksi unjukrasa 11 April di luar gedung DPR, Senin (11/4). (Foto: Ist)

MINANGKABAUNEWS.COM, JAKARTA –Pakar hukum pidana, Profesor Mudzakkir mendesak penyidik agar berlaku profesional dalam menjalankan tugasnya menangani kasus penistaan agama yang dilakukan oleh pegiat media sosial Ade Armando.

Ia mengatakan semestinya penyidik bisa segera mengatasi karena pembuktian dalam kasus penistaan agama tidak terlalu sulit untuk ditemukan.

Read More

“Penyidik dalam menggunakan wewenangnya wajib bertindak profesional, objektif atau ilmiah dan bertanggung jawab. Mengingat pembuktian dalam delik penghinaan terhadap agama tidak terlalu sulit,” kata Mudzakkir, Sabtu (23/4/2022).

Walaupun dalam kasus ini sempat diterbitkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3), namun pengadilan telah mengabulkan gugatan SP3 tersebut yang artinya proses penyidikan dilanjutkan kembali.

“Setelah SP3 diperintahkan oleh pengadilan untuk dibuka kembali, maka penyidik secara profesional wajib untuk buka kembali mengumpulkan bukti dan alat bukti yang kurang untuk segera dipenuhi secepatnya,” katanya.

Ahli hukum pidana dari UII Yogyakarta ini menyampaikan apabila kasus penistaan agama ini sengaja ditelantarkan, maka penyidik berpotensi melakukan pelanggaran terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) kerja penyidikan.

“Jika terlalu lama menunjukkan penyidik tidak ada progres yang berarti dan ada upaya untuk menelantarkan perkara agar lampau waktu dan tetap tidak dapat dilanjutkan, maka penyidik tersebut melanggar atau tidak sesuai dengan SOP penyidikan,” tuturnya.

Apalagi hal tersebut benar terjadi, pihak pelapor memiliki hak untuk melakukan gugatan kepada Komisi Disiplin atau Komisi Etik agar pihak penyidik dapat diberikan sanksi atau hukuman.

“Maka pihak pelapor dapat mengajukan keberatan kepada Komisi Disiplin untuk diperiksa dan dikenakan sanksi disiplin sebagai profesi penyidik atau dilaporkan kepada Komisi Etik agar dikenakan sanksi etik, sesuai dengan tingkat pelanggarannya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Ade Armando telah dilaporkan pengguna twitter bernama Johan Khan, @CepJohan ke Polda Metro Jaya pada Sabtu 23 Mei 2016 karena cuitannya yang berbunyi “Allah kan bukan orang Arab. Tentu Allah senang kalau ayat-ayatnya dibaca dengan gaya Minang, Ambon, Cina, Hiphop, Blues.”

Hingga saat ini, penyidikan tehadap kasus Ade Armando sudah berlangsung sekitar lima tahun dan masih belum ada kejelasan sejauh mana kasus tersebut diproses.

Baca Juga: Ade Armando Jadi Tersangka Penistaan Agama, Tapi Kasusnya Nggak Jelas Sampai Sekarang, Novel 212 Ngedumel: Dia Dibela Kapolda!

Sementara, sebelumnya Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Endra Zulpan belum bisa berkomentar banyak terkait kasus tersangka Ade Armando. Ia menyebut masih menunggu data dari penyidik yang menangani.

“Saya belum bisa kasih komentar dulu harus saya cek ke penyidik dulu. Ini kan harus dari penyidiknya datanya,” kata dia kepada wartawan, Senin, 18 April 2022

Related posts