Kasus Stunting di Kota Padang Menurun, Dinas Kesehatan Targetkan Penurunan Lebih Besar pada 2025

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG – Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sebanyak 58.036 balita telah tercatat dalam aplikasi e-PPGBM. Dari jumlah tersebut, ditemukan 1.444 balita mengalami stunting, yang setara dengan 2,48%. “Kita tidak tinggal diam. Balita yang teridentifikasi stunting ini sudah dalam pendampingan dan pemberian makanan tambahan,” ujar Srikurnia.

Sebagai langkah penanganan, Dinas Kesehatan juga telah menjalin kerja sama dengan RSUD Rasidin dan Rumah Sakit Unand untuk memberikan perawatan lebih intensif jika diperlukan. Selain itu, edukasi kepada para ibu tentang pemberian makanan yang bergizi dan tepat bagi anak juga terus dilakukan.

Read More

Penurunan Kasus dari Tahun Sebelumnya
Srikurnia menjelaskan, angka stunting di Kota Padang menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. “Pada awal tahun 2023, jumlah kasus stunting mencapai sekitar 3.000. Namun, di akhir tahun, angka ini berhasil ditekan hingga 2.000-an. Ini merupakan hasil dari berbagai intervensi yang tidak hanya ditujukan kepada balita, tetapi juga ibu hamil,” jelasnya.

Kerja sama lintas sektor, termasuk dengan DP3AP2KB, dinilai berhasil menurunkan prevalensi stunting di Kota Padang.

Target 2025: Angka Stunting di Bawah 1.000 Kasus
Untuk tahun 2025, Dinas Kesehatan Kota Padang menargetkan penurunan kasus stunting hingga di bawah 1.000. “Kalau kita bisa mencapai 1.000 kasus saja, itu sudah cukup baik untuk Kota Padang. Namun, tentu kita tetap menunggu hasil survei. Data yang masuk ke aplikasi e-PPGBM akan menjadi dasar kami dalam melakukan penanganan lebih lanjut,” tambahnya.

Srikurnia juga mengungkapkan pentingnya memiliki data yang akurat untuk memastikan bahwa semua kasus telah teridentifikasi dan tertangani dengan baik. Ia berharap kerja sama lintas sektor dan pemberian edukasi kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan agar target 2025 dapat tercapai.

Fokus Penanganan yang Berkelanjutan
Dinas Kesehatan juga terus memantau rekam medis balita dan ibu hamil di Kota Padang melalui data yang diperoleh dari rumah sakit. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa langkah intervensi yang diambil tetap sesuai dengan kebutuhan setiap individu.

“Kami berharap, dengan berbagai program yang sudah berjalan, Kota Padang dapat menjadi contoh daerah yang berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan,” tutup Srikurnia.

Related posts