Kehadiran Ronaldo Dipandang Rusak Harmoni dan Kohesi di Tubuh Setan Merah

Cristiano Ronaldo, Manchester United. (Foto/dok istimewa)

MINANGKABAUNEWS, BOLA — menurunnya peforma mega bintang sepak bola Cristiano Ronaldo menjadi sorotan tajam di Manchester United.

Bukan hanya Ronaldo, seisi skuad Man United serta pelatih Ralf Rangnick lagi dikuliti media.

Read More

Risiko dari tim yang masih tampil angin-anginan, sorotan soal polemik di tubuh United dibahas dari dua sisi.

Ada kabar yang menyebut para pemain Setan Merah tidak nyaman dengan kehadiran Rangnick.

Metode pelatih senior asal Jerman itu diklaim membuat beberapa pemain tak betah, sehingga muncul rumor akan terjadi eksodus di bursa transfer.

Sementara itu, di sisi lain Rangnick dikabarkan pula tak puas dengan kinerja skuad yang tidak bisa mendukung implementasi metode pressing ketat ala sang pelatih.

Namun, Cristiano Ronaldo sendiri kerap diberitakan berada di dua sisi berita.

Manusia rekor asal Portugal tersebut digosipkan tak nyaman dengan situasi di Manchester United saat ini.

Media-media Prancis bahkan ada yang mengaitkannya lagi dengan Paris Saint-Germain.

PSG ialah salah satu klub yang disebut berniat merekrut Ronaldo sebelum bintang berumur 36 tahun itu kembali ke Old Trafford musim panas lalu.

Dari dalam, Ronaldo juga dipandang merusak harmoni dan kohesi di tubuh Setan Merah.

Sebelum kedatangan CR7, Man United dipandang bermain lebih kompak sebagai sebuah tim.

Namun, setelah dia hadir, pola serangan tim jadi terpusat kepada Ronaldo sehingga permainan United jadi gampang dibaca lawan.

Lebih dari itu, Ronaldo juga dilihat sebagai penghambat perkembangan para pemain muda seperti Mason Greenwood, Marcus Rashford, dan Jadon Sancho.

Idola publik Old Trafford seperti Bruno Fernanes juga ikut meredup pasca-kedatangan seniornya di timnas Portugal.

Salah satu yang beropini demikian ialah eks gelandang Arsenal yang kini menjadi pandit Sky Sports, Paul Merson.

Dia secara spesifik membahas pengaruh negatif Ronaldo terhadap kinerja Rashford.

Saat ini Rashford sedang banyak disorot karena mengalami salah satu periode terburuk dalam kariernya.

Pemain timnas Inggris itu tak mencetak gol dalam 11 penampilan beruntun.

Repotnya bagi Ronaldo, dirinya masih saja dianggap sebagai biang kerok ketika United terpuruk.

Padahal, kontribusinya secara statistik tidak buruk.

Musim ini, Ronaldo telah menyumbangkan 14 gol di berbagai ajang buat Manchester United.

Mungkin tidak luar biasa, tetapi itu sudah melampaui koleksi gabungan 5 pemain serang yang lain di klub.

Kontribusi Rashford (3 gol), Edinson Cavani (2), Mason Greenwood (5), Jadon Sancho (2), dan Anthony Martial (1) kalau dijumlahkan cuma menghasilkan angka 13 gol, kurang sebutir dari catatan Ronaldo.

Kendati begitu, justru kemunculan Cristiano Ronaldo sebagai sumber gol terdepan menimbulkan anggapan bahwa kini semua awak United bermain hanya untuk dia.

Tidak ada lagi, ucap Merson, pola permainan terorganisasi yang melibatkan kerja sama rapi antar pemain.

“Situasi Rashford ada kaitannya dengan pembelian Ronaldo,” katanya, dikutip dari BolaSport.com.

“Rashford seharusnya mulai mengambil bola dari garis tengah lapangan, di mana dia bisa mulai berlari melewati pemain lawan.” katanya.

“Tapi, itu tak terjadi. Semua orang kini mencari Ronaldo, dan inilah masalahnya,” tutup Merson.

Related posts