Kejebak Friends Zone

  • Whatsapp

Cerpen oleh : Rahmawita

Aku mempunyai tetangga yang bernama Nita, yang mana kami sudah saling mengenal satu sama lain. Kami juga bermain bersama hingga sulit untuk di pisahkan di karenakan kami yang sudah berteman dari waktu kami masih kecil.

Seiring berjalannya waktu, kami tumbuh bersama. Karna kami yang sudah beranjak remaja mulailah tumbuh rasa-rasa saling menyukai hingga pada suatu acara terbongkarlah rasa yang sudah dipendam oleh kedua remaja tersebut.

Kejadian tersebut bermula dari acara Isra Mi’raj yang mana seperti kita ketahui bahwasanya acara tersebut selesainya pada malam hari. Karna pada saat itu hari sudah sangat larut, Nita minta barengan dengan Aldo yang notabe teman dekat sekaligus mereka tetangga yang artinya jalan rumah mereka searah.

“Aldo… aku nebeng sama kamu ya?, soalnya udah malam banget lagian rumah kita juga searah!, bolehh yaa aku ikut pulang bareng kamu?”

“Iya… boleh kamu boleh pulang bareng aku lagian ini udah malam banget dan nggak mungkin aku biarin temenku yang satu ini pulang sendirian”

“Hmm.. makasih ya do”

“Iya… ayo buruan naik ntar tambah kemalaman lagi”

Lagi asik-asiknya bersenda gurau tiba-tiba Aldo ngomong bertanya sama Nita,

“Nit, aku boleh nanya nggak?”

“Hm… nanya apa?”

“Kalau ada yang suka sama kamu gimana Nit?”

“Ya nggak papa dong itu kan hak dia menyukai aku”

“Hmm… gitu yaa”

“Iya… memang kenapa do?”

“Hmm…. Aku boleh jujur nggak Nit?”

“Haa… jujur?, jujur tentang apaan?”

“A.. ak..aku suka sama kamu Nita”

“WHAT… serius kamu suka sama aku?”

“Iy…iyaa, aku suka sama kamu udah lama “

“Hm.. gimana yaa?.. kalau boleh jujur sih, sebenarnya aku juga menyukaimu tapi ya gitu aku tidak mau merusak pertemanan yang telah terjalin dari dulu, makanya aku nggak pernah bilang ke kamu kalau aku suka sama kamu”

“Ahh … bener juga ya, setidaknya aku tau kalau kamu juga menyukaiku dan rasa yang aku miliki tidak jadi sampai bertepuk sebelah tangan”

“Iyaa…”

“Biarkan takdir yang akan menjawab semuanya, jika memang kita ditakdirkan untuk bersatu dan bersama selamanya maka biarkan lah itu menjadi jawaban di balik sebuah pertanyaan untuk kita saat ini”

“Iya kamu bener biarkan takdir yang menjawab semuanya”

“Hmm…. Nit kita kan sudah tau satu sama lain tentang perasaan kita, aku harap tidak ada yang berubah setelah malam ini ya?”

“Iyaa… semua akan tetap sama , karna biar takdir yang menentukan kemana jalan hidup kita”

“Ohh ya Nit, ini kita udah sampai di rumah kamu nih, sekarang kamu masuk gih, udah malam banget dan udaranya udah mulai dingin banget”

“Ahh iyaa… makasih ya udah ngantarin Nita sampai rumah”

“Iya sama-sama Nit, yaudah kalau gitu aku mau pulang dulu kamu masuk sana gih”

“iyaa… bye Aldo”

“iya… bye juga Nit”

Setelah mereka menyampaikan perasaan mereka masing-masing, keadaan mereka masih sama seperti malam dimana mereka menyatakan perasaan mereka. Karena mereka tau bahwa sekuat apapun mereka jalankan, jika takdir tak mempersatukan mereka malahan dimasa depan nanti mereka akan saling memendam sebuah kebencian dan itu akan merusak persahabatan mereka yang telah terjali dari kecil.

/* Penulis :Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Universitas Andalas.

Related posts