Kembali Lantik Pejabat, Bupati Mentawai: Harus Mampu Ubah Pola Kinerja untuk Kepentingan Masyarakat

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, MENTAWAI – Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet kembali melakukan pelantikan terhadap sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Kepulauan Mentawai Senin (01/11/2021) yang berlangsung di Aula Kantor BKPSDM Km 4 Tuapejat Mentawai.

Bupati Yudas melantik pejabat posisi sekretaris OPD, pelaksana tugas Camat dan Kepala Bagian. Salah satunya Aban Barnabas Sikaraja yang saat ini di lantik sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, yang mana jabatan sebelumnya menjabat Sekretaris pada Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Read More

Adapun Laurensius Saruruk menjadi Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Mentawai sebelumnya menjabat Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Bupati juga menyerahkan surat Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai kepada Rendi Apriandi dan Plt. Camat Siberut Tengah Akas Sakatsilak.

Yudas berharap pejabat yang dilantik hari ini mampu mengubah pola kinerja, pemikiran untuk kepentingan masyarakat tentunya.

“Pergeseran itu hal yang wajar dilakukan, perkembangan yang terjadi harus kita sikapi, pertanggung jawabkan amanah ini, berkaryalah membantu tugas Kadis, hati-hati soal kesombongan intelektual, dan harus berkompetensi,” ucap Bupati Yudas Sabaggalet seperti di kutip dari Mentawaikita.com, Senin (01/11/2021).

Pertimbangan pergeseran adalah karena kebutuhan organisasi, pertimbangan rekam jejak, kemudian kompetensi dan kemampuan manajerial dan itu juga bisa berdampak negatif, dan bisa juga berdampak positif.

“Saya mengharapkan jangan sampai terjadi kesombongan intelektual, jangan sampai terjadi keangkuhan kepemilikan, jangan sampai terjadi pemahaman yang luas tetapi diterjemahkan ke hal yang sempit”, sambungnya.

Kesombongan intelektual menurut Yudas lebih cenderung dia bekerja sendiri.

“Akhirnya dengan dia bekerja sendiri akhirnya dia terpeleset, maka harus ada kemampuan manajerial intinya bagaimana kita bekerja sama dengan orang lain itu dan menghilangkan kesombongan intelektual”, imbuhnya.

Kesombongan intelektual akan justru menghambat perkembangan yang dimilikinya, tidak dia sadari pola pikir seperti itu sedang menutup dirinya, memundurkan masyarakatnya untuk berkembang, tukas Yudas. (Tirman/Mentawaikita.com)

Related posts