Kemendukbangga Ungkap Capaian Mentereng MBG 3B: 10,8 Juta Penerima Manfaat Tersentuh!

MINANGKABAUNEWS.com, JAKARTA — Kabar menggembirakan datang dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN! Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) terus menunjukkan lonjakan capaian yang signifikan. Hingga 18 Agustus 2026, berdasarkan data terbaru dari Badan Gizi Nasional (BGN), program ini telah berhasil menjangkau 10,8 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Sebuah angka yang membuktikan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi generasi masa depan!

Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Wahyuniati, mengungkapkan rincian capaian tersebut dalam diskusi bersama media di Jakarta, Senin. “Ibu hamil yang sudah menerima sebanyak 964 ribu orang, ibu menyusui mencapai 2,4 juta orang, dan balita non-PAUD sebanyak 7,4 juta orang,” paparnya dengan optimisme. Bayangkan, jutaan keluarga kini mulai merasakan sentuhan langsung program bergizi ini!

Tak hanya itu, untuk memastikan distribusi yang merata, telah didirikan 24.606 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Namun, di balik angka besar itu, ada kekuatan luar biasa yang menggerakkan roda program ini, yaitu 139 ribu Tim Pendamping Keluarga (TPK). Merekalah para pahlawan di garda terdepan yang memastikan makanan bernutrisi tepat sasaran dan sampai ke tangan yang membutuhkan.

Menariknya, peran TPK tidak sekadar mengantar makanan. Wahyuniati menegaskan bahwa pemerintah melakukan penguatan kapasitas secara masif agar TPK juga menjadi agen edukasi kesehatan. “Kami sudah melakukan pelatihan khusus edukasi, pelatihan fasilitator MBG 3B bagi provinsi, hingga sosialisasi panduan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE),” jelasnya. Dengan bekal pengetahuan yang mumpuni, para pendamping tidak hanya memberi makan, tetapi juga mengubah pola pikir masyarakat tentang pentingnya konsumsi pangan sehat dan bergizi.

Dengan semangat yang membara, target nasional 21 juta penerima manfaat diyakini akan tercapai, sekaligus menjadi pondasi kuat dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi bangsa. Program ini bukan sekadar memberi makan, tetapi menanam benih generasi emas yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing!

Pos terkait