Kemenkop UKM Adakan Koordinasi Teknis Bantuan Pemerintah bagi UKM Terdampak Bencana di Pasbar

PASAMAN BARAT – Kementrian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) adakan rapat koordinasi teknis bantuan pemerintah bagi usaha mikro terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Pasaman Barat, yang dilaksanakan di salah satu hutel di daerah tersebut, Senin (08/08).

Asisten Deputi Kemenkop UKM Rahmadi menyampaikan, dua tahun lalu masyarakat indonesia khususnya para pelaku usaha mikro sangat terdampak oleh bencana Covod 19. Tidak hanya sampai disitu, beberapa bulan lalu, Kabupaten Pasaman Barat juga dilanda bencana Gempa Bumi, tentu ini sangat berdampak kepada para pelaku UKM di daerah itu.

“Selain terdampak oleh bencana, Saat ini, secara nasional kondisi ekonomi kita berada dalam keadaan tidak baik-baiksaja. Ini juga dampak dari perang Ukraina dan Rusia,” katanya.

Disampaikan, Kemenkop UKM memiliki alokasi sebanyak 1.250 pelaku Usaha Mikro terdampak bencana, yang akan mendapat bantuan. Bantuan Kemenkop UKM ini tersebar di Sebelas Provinsi di Indonesia.

“Untuk di Kabupaten Pasaman Barat sendiri, kita menyalurkan bantuan kepada 100 pelaku Usaha Mikro terdampak bencana gempa yang terjadi beberapa bulan lalu,” katanya.

Selain itu, Rahmadi juga menjelaskan, Kemenkop UKM juga mendata para pelaku usaha yang ada, supaya benar-benar memiliki legalitas usaha yang ditandai dengan Nomor Induk Berusaha atau NIB.

Disamping itu, kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Pasaman Barat Fahren menyampaikan, gempa yang terjadi pada Bulan Februari 2022 lalu, memang berdampak parah kepada pelaku Usaha Mikro yang ada di Nagari Kajai, Nagari kinali dan Nagari Talu.

“Di Pasaman Barat terdata lebih dari 300 pelaku Usaha Mikro yang terdampak. Meski saat ini Kemenkop UKM baru bisa memberi bantuan untuk 100 pelaku UKM terdampak bencana, tentu kita sangat bersyukur karena daerah kita menjadi salah satu daerah prioritas Kemenkop UKM,” katanya.

Diharapkan, dengan adanya bantuan dari Kemenkop UKM tersebut para pelaku UKM yang usahanya terdampak bencana gempa, bisa bangkit lagi.

“Pelaku usaha di Pasaman Barat ini, banyak super mikro, banyak menggunakan alat produksi sederhanya. Kita harapkan bantuan yang diberikan Kemenkop UKM ini dapat membantu dan bisa memperbaiki perlengkapan alat produksi yang rusak akibat bencana gempa,” harapnya.

Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan koordinasi untuk mengetahui dampak bencana alam terhadap pelaku usaha mikro dan sosialisasi langkah mitigasi oleh BPBD Pasaman Barat. Upaya pemulihan UKM paska gempa oleh Dinas Koperasi dan UKM Pasaman Barat dan Perlindungan BPJS Tenga Kerja oleh BPJS Tenaga Kerja. (EL)

Related posts