Kesadaran Penggunaan Tabir Surya Dalam Tren Skincare Selama Pandemi

  • Whatsapp
Beauty, Health and Personal Care
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)

Oleh: Raihan Puressa

Tahun 2021 masih mengharuskan orang-orang untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Hal ini memungkinkan orang-orang untuk lebih memperhatikan penampilan mereka dan merawat diri khususnya wajah. Selama pandemi tren penggunaan skincare terus bertumbuh di tengah masyarakat khususnya direntang usia remaja hingga dewasa.

Read More

“Terlihat dari data peningkatan transaksi kategori Kecantikan di Tokopedia selama kuartal keempat 2020 yang mencapai hampir dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya,” Beauty, Health and Personal Care Category Development Senior Lead Tokopedia, Jessica Gunawan dikutip dari Antaranews.

Salah satu jenis rangkaian perawatan kulit wajah itu adalah tabir surya. Menurut ahli dermatologis Dr. Michele Green, penggunaan tabir surya itu sangat penting untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV, sehingga dapat meminimalkan risiko kanker kulit dan penuaan dini. Penggunaan skincare pun bisa jadi sia-sia karena kurangnya penggunaan tabir surya.

The British Association of Dermatologists memaparkan empat jenis SPF yang biasa terdapat dalam produk tabir surya. Jenis pertama merupakan SPF 6 hingga 14 yang memberi perlindungan rendah. Jenis kedua merupakan SPF 15 hingga 29, yang memberi perlindungan sedang.Jenis ketiga adalah SPF 30 hingga 50, yang memberi perlindungan tinggi. Jenis terakhir adalah SPF 50+ yang memberi perlindungan sangat tinggi. Organisasi tersebut merekomendasikan kita agar memilih krim pelindung matahari dengan SPF 30 atau lebih tinggi. Hal tersebut juga disarankan oleh American Academy of Dermatology.

Saat ini kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan tabir surya masih belum sepenuhnya optimal, meskipun tren penggunaan skincare terus berjalan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, namun alasan utama yang paling jelas adalah karena kurangnya literasi masyarakat, sehingga banyak stigma yang salah di masyarakat. Mulai dari tabir surya yang tidak ada gunanya, tabir surya yang membuat kulit terlihat kusam, dll.

Lalu apa hal yang dapat dilakukan guna mengedukasi masyarakat dalam penggunaan tabir surya?. Pertama, harus ada kesadaran masyarakat akan pentingnya tabir surya bagi kulit mereka melalui literasi dan video edukasi. Kedua, peran influencer atau penggiat kecantikan dan kesehatan kulit dalam mengedukasi masyarakat harus lebih dioptimalkan lagi. Pada akhirnya diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan tabir surya demi kesehatan dan estetika kulit. (*)

/* Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Universitas Andalas.

Related posts