Kesiapsiagaan Bencana, Wali Kota Hendri Septa Tekankan Pentingnya mitigasi bencana

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Kota Padang merupakan etalase bencana. Setidaknya ada 10 potensi ancaman. Mulai tanah longsor, banjir bandang, gempa bumi, tsunami hingga likuifaksi. Seolah gambaran peta bencana ini mewakili keseluruhan bencana di Indonesia.

Wali Kota Padang Hendri Septa menyerukan perlunya menggencarkan sosialisasi mitigasi bencana mengingat Kota Padang merupakan etalase bencana.

Read More

“Mitigasi bencana ini sangat penting dilakukan untuk keselamatan seluruh warga. Walaupun ada bencana yang tak bisa dihindari seperti gempa bumi, namun dengan mitigasi bencana yang maksimal, dampaknya bisa ditekan seminimal mungkin,” katanya saat membuka kesiapsiagaan bencana dan Simulasi Bencana di kantor BPBD Padang.

Dia mengingatkan bahwa bencana adalah peristiwa yang berulang. Ia berharap edukasi melalui budaya sadar bencana ini dapat melanjutkan tongkat estafet ketangguhan kepada generasi selanjutnya dalam menghadapi potensi bencana.

“Kami optimis dan berharap pesan-pesan mitigasi dan kesiapsiagaan dapat tersampaikan kepada generasi muda sehingga ketangguhan menghadapi bencana dapat selalu kita tumbuhkan dari generasi ke generasi,” tuturnya.

Dia juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang selama ini banyak membantu kegiatan pencegahan dan penanggulangan bencana di Padang

Dia juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang selama ini banyak membantu kegiatan pencegahan dan penanggulangan bencana di Kota Padang.
Setelah apel dikakukan Pemerintah Kota (Pemko) Banten menggelar simulasi untuk memperkuat mitigasi bencana di Serang, Banten, Kamis.

Ia mengatakan, penanganan bencana dengan upaya kesiapsiagaan bencana dilakukan secara bersama antara aparatur pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Hal itu sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

“Kita diharapkan mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan mengambil tindakan pencegahan dan mitigasi bencana untuk mengurangi tingkat risiko suatu bencana,” kata Virgojanti.

Dengan semakin meningkatnya intensitas bencana dan keragamannya, upaya penanggulangan bencana di Provinsi Banten perlu dilakukan secara komprehensif, multi sektor, terpadu, dan terkoordinasi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang Andree Algamar mengatakan BPBD harus selalu siaga dan siap gerak cepat apabila terjadi bencana sewaktu-waktu.

“yang kita bangun untuk memperkuat mitigasi kebencanaan di seluruh kabupaten di Padang,” katanya.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Padang berupaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana dengan mendirikan posko siaga bencana serta meningkatkan kapasitas mitigasi warga.


Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Minangkabaunews.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Related posts