MINANGKABAUNEWS.COM, MENTAWAI – Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Aliansi Aksi Damai Mentawai Terang bersama elemen pemuda dan masyarakat merupakan bentuk kekecewaan sekaligus kepedulian terhadap buruknya pelayanan listrik yang selama ini dirasakan masyarakat.
Beberapa hari ini bahkan tahun 2025 pemadaman terus berulang tanpa penjelasan yang jelas telah menimbulkan keresahan luas ditengah masyarakat.
Alat elektronik yang sering dipakai masyarakat sebagai pelanggan tetap PLN mengalami kerusakan. Masyarakat geram dan tak bisa dibendung kekecewaan. Yang mana selama ini masih sabar menghadapi segala kondisi. Dengan alasan pihak PLN perbaikan mesin dan teknis lainnya.
Sehingga beberapa hari lalu puncak kekecewaan memuncak dan beberapa organisasi dan masyarakat menyeruduk langsung Kantor PLN untuk mempertanyakan langsung kepada pihak PLN terkait penyebab mati hidupnya arus listrik yang diluar kewajaran.
“Dalam aksi tersebut, kami telah menyampaikan pernyataan sikap dan sejumlah pertanyaan kepada pihak manajemen PLN. Namun sangat disayangkan, pihak manajemen PLN tidak mampu memberikan jawaban yang jelas dan data yang konkret atas persoalan yang kami sampaikan. Bahkan ketika dipanggil dalam audiensi di DPRD, pihak manajemen PLN juga tidak mampu menjelaskan secara transparan kondisi yang sebenarnya”, terang Ketua KNPI Ibram Paranta. Selasa (03/03/2026)
Dinyatakan, berdasarkan UU No. 30 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan, pada Pasal 29 Ayat 1, menyatakan bahwa konsumen berhak mendapatkan pelayanan tenaga listrik yang baik dan terus menerus dengan mutu dan keandalan yang baik.
Hal ini tentu menjadi tanda tanya besar bagi kami. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan listrik yang baik serta penjelasan yang jujur dan terbuka dari pihak yang bertanggung jawab, ujar Ketua KNPI.
Sebagai Ketua KNPI Kepulauan Mentawai, saya menegaskan bahwa pemuda tidak akan tinggal diam melihat kondisi ini. KNPI juga akan mendesak DPRD untuk melakukan tindakan yang konkrit terkait keadaan ini.
“Saya pastikan, kami akan tetap berdiri sebagai kekuatan kontrol sosial untuk memastikan pelayanan publik berjalan sebagaimana mestinya, kami juga menuntut tanggung jawab dari PLN untuk memberikan kompensasi dan ganti rugi kepada masyarakat yang diakibatkan oleh pemadaman listrik”, ucapnya.
Apabila dalam waktu dekat tidak ada kejelasan, transparansi, dan langkah nyata dari pihak PLN untuk memperbaiki pelayanan listrik di Kepulauan Mentawai, maka kami akan melakukan konsolidasi yang lebih besar. Pemuda dan masyarakat siap kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar sebagai bentuk perjuangan menuntut hak masyarakat, tegas Ibram.
Ini bukan sekadar aksi, tetapi panggilan tanggung jawab moral pemuda untuk memperjuangkan kepentingan rakyat tidak hanya masalah PLN saja apa bila ada masalah yg lain merugikan kepentingan rakyat maka kita selalu menjadi kontrol, imbuhnya.
Berlangsungnya aksi yang dilakukan, keadaan belum pulih. Listrik masih tetap terjadwal pemadaman bergilir dikarenakan masih adanya tahap perbaikan mesin.
Hal ini juga dinyatakan oleh Manager PLN Hadi Permana saat wawancara dengan wartawan. Iya menyebutkan, bahwa saat ini akan masih ada pemadaman listrik bergilir beberapa hari kedepan karena adanya perbaikan rutin secara berkala.
Dipastikan sebelum lebaran nanti keadaan akan membaik mudah mudahan pemadaman listrik bergilir tidak ada lagi, pungkasnya. (Tirman)






