Ketua Pelaksana Qurban Sebut Ikuti Syari’at, Panitia Terhindar Makan yang Bukan Hak

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, BUKITTINGGI – Pelaksanaan qurban Idul Adha tahun ini, memang ada perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. Seperti dikatakan Ketua Pelaksana Qurban, Sumar, Sutan Saidi di Lapau Kasiak Gulai Bancah, Jum’at (30/6/2023).

Suasana pelaksanaan penyembelihan hewan qurban sesuai syari’at Islam.

Sumar mengatakan, berpedoman kepada yang disampaikan Da’i dalam sebuah kutbah, bahwa panitia qurban, haram hukumnya memakan daging sapi qurban atau mengambil uang kelebihan pembalian sapi qurban.

Read More

“Untuk itu pada qurban tahun ini, kami panitia bersepakat anggarkan 1 orang Rp2,5 juta. Khusus untuk beli sapi. Sementara untuk upah potong dan keperluan lainya, peserta menambah Rp100 ribu perorang,” tuturnya.

Sumar sebut, dengan mengikuti syari’at Islam, panitia akan terhindar dari memakan yang bukan haknya. Sementara uang yang terkumpul dari peserta qurban, dipergunakan untuk pembelian plastik, kantong kresek dan upah pekerja pelaksanaan qurban ini.

Dari jumlah 5 ekor sapi ini kata Sutan Saidi, terkumpul uang dari peserta qurban sebesar Rp3,5 juta. Semantara sampai saat ini uang yang terpakai hanya Rp2 juta. Kelebihannya akan dipergunakan menyambut 1 Muharam.

“Pada 1 Muharam ini, Komunitas Lapau Kasiak juga melakukan tradisi mendatangkan dan makan bersama anak yatim,” terangnya. (*)


Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Minangkabaunews.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Related posts