Ketum LIMAPIA Aldino Husnaidi Minta Dinas Penanaman Modal Padang Pariaman Usut Sengketa Tambak

  • Whatsapp
Ketum LIMAPIA Aldino Husnaidi (Foto. Dok. Istimewa)

PADANG PARIAMAN — Ketua umum Lingkaran Mahasiswa Piaman (LIMAPIA) Aldino Husnaidi meminta agar Dinas Penanaman Modal Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar) bertindak tegas terhadap menjamurnya pendirian tambak udang ilegal di sepanjang pesisir pantai daerah tersebut.

Ia menyampaikan tambak udang sepanjang pesisir pantai tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup dan Peraturan Perpres Nomor 73 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Mangrove dan Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2016 tentang Sepadan Pantai.

Read More

“Ada sebanyak 15 tambak yang memiliki izin, 13 tambak ditolak izinnya karena tidak mencukupi syatar dan 6 tambak sedang proses perizinan. Mengingat banyak tambak-tambak baru yang sedang proses pembangunan, maka harus segera dituntaskan persengketaan persoalan tambak ini secepat mungkin.”

Ia juga meminta agar Dinas Penanaman Modal Padang Pariaman menutup segera tambak udang yang belum memiliki izin usaha. Jika tidak, Dinas terkait sudah gagal dalam menjalankan tugasnya dan harus diganti dengan yang lain.

“Beberapa kali sudah tampak dinas terkait memproses tambak-tambak udang tersebut, namun hingga saat ini belum juga ditutup, kami mengira ada perselingkuhan diantara keduanya,” katanya.

Ia berharap perusahaan-perusahaan tersebut dapat ditertibkan karena perusahaan tanpa izin tidak dapat menambah pendapatan daerah. “Harusnya ini dapat dikelola oleh pemerintah sehingga ada income-nya untuk daerah yang pada akhirnya dapat menyejahterakan masyarakat Padang Pariaman,” ucapnya.

Related posts