Buya Dr. Gusrizal Gazahar Blak-blakan Soal Sikap Tidak Wajar Pemprov Terhadap MUI Sumbar terkait Pembentukan KDEKS

Ketum MUI Sumbar, Buya Dr. Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG — Ketum MUI Sumbar, Buya Dr. Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa membeberkan sejumlah fakta yang tidak wajar di mana MUI Sumbar kian ditinggalkan pemerintah terutama dalam pengembangan ekonomi syariah melalui pembentukan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sumbar bahkan tidak dilibatkan dari awal.

Kata Buya Gusrizal, MUI Sumbar tidak akan terlibat dengan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syari’ah Provinsi Sumbar karena memang dari awal pembentukannya MUI Sumbar sengaja ditinggalkan.

Read More

MUI Sumbar tidak dilibatkan, Buya katanya, Pemprov melakukan diskusi tentang Penyusunan Rencana Tahapan Percepatan Pembentukan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sumatera Barat pada 13 Maret 2022 lalu.

Buya melihat bahwa banyak usaha-usaha ekonomi syari’ah lebih bernuansa politis orang-orang yang berada di sekitar gubernur.

Menurut Buya, Sikap gubernur Mahyeldi tidak menunjukkan dirinya sebagai pemimpin Sumbar tapi lebih menonjolkan diri sebagai pemimpin kelompoknya.

“Saya tahu bahwa apa yang saya sampaikan ini akan membuat para pendukungnya membenci saya tapi harus saya sampaikan kepada umat bahwa itulah realitany,” imbuhnya.

Lanjut Buya, Mahyeldi sebagai gubernur terus menghindari MUI Sumbar sebagai lembaga. “Belum pernah sekalipun Gubernur Sumbar sekarang duduk bersama secara khusus dengan MUI Sumbar.
Walaupun ada beberapa tokoh yang dekat dengan gubernur menjanjikan tapi tak pernah terealisasi. Maunya hanya dikunjungi tetapi pantang mengunjungi,” terang Buya

Buya menjelaskan Masyarakat sebenarnya bisa melihat bahwa tim-tim yang dibentuk oleh Gubernur hanya melibatkan orang-orang itu saja.
MUI Sumbar perlu mengingatkan kepada semua pihak bahwa negeri ini milik bersama bukan milik kelompok.

Termasuk pembentukan KDEKS ini.
Kalau berbicara tentang pengembangan ekonomi syari’ah, biarlah umat yang mencatat tentang komitmen MUI Sumbar tapi kondisi kepemimpinan di Sumbar hari ini terus berusaha menyingkirkan peran MUI Sumbar.

“Saya katakan, silahkan berbuat sesuka hati tapi ingat ! Masing-masing akan diminta pertanggungjawaban. Memang harus saya akui bahwa selama saya berada di MUI Sumbar, inilah hubungan terburuk yang terjadi antara pimpinan daerah dengan MUI Sumbar. Semoga Allah swt memperbaiki apa yang sedang terjadi saat ini,” tutup Buya Gusrizal.

Related posts