Keunikan Alat Musik Tambua, Dari Proses Pembuatan Hingga Memainkannya

Alat Musik Tambua
Pembuatan alat musik Tambua di Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman.

Oleh: Melisa Afriyani

Siapa sih yang tidak tahu dengan alat musik pukul yang terkenal di Pariaman lebih tepatnya di Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman ini. Siapa yang penasaran dengan pembuatan alat musik Tambua (gandang)? Mau tahu cara pembuatannya datanglah ke tempat lokasinya. Di sini Tambua dulunya dibuat dengan pahatan kayu yang kerjanya lumayan lama dan juga berat diangkat dan sekarang tumbuh ide seorang pembuat Tambua. Dia membuat Tambua itu dari bahan drum plastik yang bunyinya juga menarik dan bagus serta mudah diangkat.

Read More

Seperti gambar di atas itu adalah gambar Tambua dari bahan kayu dan ada juga Tambua dari bahan plastik. Saya baru tau Tambua itu bisa dibuat dari bahan plastik karena saya pernah mewawancarai seorang pembuat alat musik tradisonal salah satunya Tambua di daerah Sungai Sariak. Bapaknya itu seorang yang sangat kreatif membuat alat musik Tambua. Dan Tambua bapak itu sekarang sangat terkenal di luar Sumatra Barat bahkan Tambua nya itu sudah dikirimkan ke luar negri. Tambua itu bagus didengar juga memakai musik iringan seperti Tansa. Sebenarnya Tambua itu disebut juga dengan Gandang Tansa.

berikut beberapa alat dan bahan membuat Tambua:
1. Drum plastik
2. Alat pemotong (gergaji)
3. Kulit sapi, kerbau atau kambing
4. Besi
5. Tali
6. Cat

Cara membuat Tambua :
1. Drum plastik bersihkan terlebih dahulu.
2. Lalu potong drum tersebut dan buang bagian atas serta bawahnya, yang diambil itu bagian tengah-tengahnya.
3. Buat bulatan besi untuk melingkar atas dan bagian bawah dorom itu. Dan di besi tersebut beri tempat pelekat tali sebagai hiasan Tambua.
4. Ambil kulit sapi/kambing yang sudah dijemur dan sudah dibuang bulunya.
5. Lalu lekatkan ke atas dan ke bawah drum tersebut dan dikuatkan dengan bulatan besi tersebut.
6. Sesudah rapi dipasang lalu beri cat warna sesuai selera mu.
7. Sesudah dicat lalu letakkan ke tempat sinar matahari.
8. Sesudah kering, beri hiasan tali di bagian drum tersebut.
9. Sesudah diberi tali dan Tambua bisa dipakai dan dibunyikan. (*)

/* Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

Related posts