Keunikan Bahasa Tapan yang Berbeda dengan Bahasa Minang Lainnya

  • Whatsapp
Tugu Simpang Empat Tapan
Tugu Simpang Empat Tapan.

Oleh: Diny Aprilisyanda

Berbicara tentang bahasa, setiap daerah memiliki ciri khas bahasanya masing-masing. Baik itu dari logat bahasa masyarakat daerah ataupun kata-kata dari bahasa daerah yang menjadi ciri khas dari daerah asal bahasa tersebut. Bahasa sendiri adalah sarana komunikasi masyarakat, baik itu dari anak-anak, remaja, sampai dewasa, semuanya menggunakan bahasa untuk berkomunikasi satu sama lainnya. Komunikasi sendiri adalah hal yang penting di dalam kehidupan karena manusia saling berinteraksi dengan berkomunikasi. Jadi, antara bahasa, komunikasi, dan interaksi memiliki hubungan satu sama lainnya di dalam kehidupan masyarakat.

Read More

Indonesia sudah terkenal akan keragamannya, salah satunya adalah keragaman bahasa. Setiap daerah memiliki perbedaan bahasa masing-masing. Hal inilah yang menjadikan Indonesia ini kaya akan ragam bahasa daerah, termasuk salah satunya di Provinsi Sumatera Barat. Di Provinsi Sumatera Barat yang menjadi bahasa daerahnya adalah bahasa Minang. Bahasa Minang ini terkenal dengan akhiran huruf ‘o’ hampir di setiap katanya, misalnya saja kata ‘apa’ di dalam bahasa Minangnya adalah ‘apo’. Dari contoh tersebut, kita sudah menemukan perbedaan antara bahasa daerah Minang dengan bahasa Indonesia. Tapi tidak semua akhiran di dalam kata bahasa Minang yang memiliki akhiran huruf ‘o’, hanya saja itu sebagian besar didominasi oleh akhiran huruf ‘o’.

Di Provinsi Sumatera Barat sendiri, hampir setiap daerahnya memiliki ciri khas bahasa yang membedakannya dengan daerah-daerah lain di Sumatera Barat. Ciri khas perbedaan bahasa daerah ini seringkali melekat di tengah masyarakat baik itu di Sumatera Barat ataupun di tengah masyarakat Indonesia. Contohnya saja, jika kita mendengar orang yang tidak kita kenal dan tengah berbicara di dekat kita, namun orang tersebut menggunakan logat bahasa Batak, maka kita akan berkesimpulan bahwa orang tersebut berasal dari daerah Medan. Hal serupa juga berlaku di daerah-daerah di Provinsi Sumatera Barat.

Bahasa yang cukup terkenal keunikannya di daerah Sumatera Barat adalah bahasa Tapan. Bahasa Tapan ini memiliki perbedaan yang cukup banyak dengan bahasa Minang. Perbedaan ini bukan tanpa sebab, melainkan daerah Tapan sendiri adalah daerah yang menjadi segitiga emas provinsi. Mengapa demikian? Hal ini karena Tapan menjadi perlintasan antara tiga provinsi yaitu, Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Jambi, dan Provinsi Bengkulu. Karena letak daerah Tapan yang strategis inilah, yang menjadi salah satu alasan mengapa bahasa daerah Tapan memiliki perbedaan yang cukup signifkan dengan bahasa Minang lainnya.

Tapan adalah suatu desa di daerah Sumatera Barat, tepatnya di Kabupaten Pesisir Sealatan, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan. Di Tapan sendiri terdiri atas dua kecamatan yaitu, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan dan Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan. Karena letaknya yang strategis tadi pulalah di daerah Tapan ini juga memiliki perbedaan bahasa di antara dua kecamatan yang berada di Tapan. Di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan atau yang disingkat dengan Kecamatan Rahul ini, dikenal dengan hampir setiap akhiran katanya dengan huruf ‘u’ seperti kata gula yang menjadi kata ‘gulu’. Sedangkan di Kecamatan Basa Ampek Balai dikenal hampir setiap akhiran katanya diakhiri dengan huruf ‘o’, misalnya pada kata ‘gula’ yang dalam bahasa Tapan di Kecamatan Basa Ampek Balai menjadi ‘gulo’. Tidak hanya itu saja di antara dua kecamatan di Tapan ini juga memiliki logat yang cukup berbeda antara keduanya.

Secara umun perbedaan yang cukup unik pada bahasa Tapan adalah, pada huruf ‘r’. Masyarakat sekitaran Tapan sendiri menggantikan posisi huruf ‘r’ ini menjadi ‘gh’. Misalnya pada bahasa Indonesia ‘kering’ di dalam bahasa Tapan menjadi ‘keghing’, sedangkan di dalam bahasa Minang adalah ‘kariang’. Hal ini bukan karena masyarakat Tapan cadel ‘r’ ataupun tidak bisa mengucapkan huruf ‘r’, akan tetapi karena ada percampuran bahasa antara tiga provinsi tadi.

Selain itu ada juga dalam setiap akhiran huruf ‘u’dan huruf ‘i’ di dalam bahasa Tapan, maka akan berakhiran dengan ‘ng’, misalnya pada bahasa Indonesia ‘pagi’ di dalam bahasa Tapan menjadi ‘paging’, sedangkan pada bahasa Minang tetap pagi. Pada bahasa Indonesia ‘jamu’ di dalam bahasa Tapan menjadi ‘jamung’, sedangkan di dalam bahasa Minang tetap jamu. Itu adalah sedikit gambaran tentang keunikan bahasa Tapan dibandingkan bahasa Minang lainnya.Mengenai asal-usul bahasa Tapan sendiri, tidak banyak informasi yang mendatakan hal tersebut. Yang jelas keunikan bahasa Tapan ini hadir karena daerah Tapan menjadi jalur utama yang menghubungkan tiga provinsi tersebut.

Selain letaknya yang menjadi segitiga emas provinsi, daerah Tapan sendiri adalah daerah yang paling aman di Kabupaten Pesisir Selatan. Mengapa Tapan menjadi daerah yang paling aman? Hal ini karena daerah Tapan jauh letaknya dari laut, sedangkan kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Pesisir Selatan seluruh wilayahnya dekat dengan laut. Selain itu, Tapan juga aman dari ancaman letusan gunung berapi karena walaupun berbatasan langsung dengan Kabupaten Kerinci, tapi jarak antara Tapan dan Gunung Kerinci sendiri cukup jauh.

Keunikan bahasa di daerah Tapan, adalah salah satu contoh kecil dari adanya keberagaman bahasa yang ada di Indonesia. Kita sebagai masyarakat Indonesia patut berbangga kepada dunia akan hal tersebut. Karena tidak setiap negara memiliki keragaman bahasa yang kaya seperti Indonesia. Selain patut berbangga kepada dunia, sebagai bangsa yang sudah bebas dari penjajahan, masyarakat Indonesia juga patut berbangga kepada diri sendiri karena sampai saat ini masih tetap bisa menjaga rasa saling toleransi akan begitu banyak keragaman dan perbedaan yang ada di negara Indonesia.

/* Penulis adalah Mahasiswa Sastra Indonesia, Universitas Andalas.

Related posts