Keunikan Kenduri Sko Masyarakat Kerinci

  • Whatsapp
kenduri sko kerinci
Kenduri Sko Masyarakat Kerinci, Jambi (Foto: Dok. Istimewa))

Oleh: Tessa Rahma Putri

Kenduri Sko adalah rangkaian acara adat berupa peringatan (kenduri) yang dilaksanakan oleh masyarakat suku Kerinci di Provinsi Jambi. Acara ini juga disebut dengan istilah Kenduri Pusako (Pusaka).

Read More

Istilah “sko” berasal dari kata saka berarti keluarga atau leluhur dari pihak ibu dan biasa disebut dengan Khalifah Ngandijunnung dan waris yang dijawab. Sko sendiri dibagi menjadi sko tanah dan sko gelar, dimana sko gelar dapat diberikan oleh ibu kepada saudara laki-laki dari pihak ibu (mamak).

Pada acara ini terdapat dua agenda pokok yaitu acara untuk menurunkan dan menyucikan benda-benda pusaka, dan acara untuk mengukuhkan pada orang yang akan menerima gelar adat.

Acara penurunan benda pusaka biasanya dilaksanakan tiap setahun sekali, atau 5-10 tahun sekali, bahkan 25 tahun sekali. Di daerah Tanjung Tanah acara penurunan benda pusaka dilaksanakan setiap 7 sampai 10 tahun.

Kenduri sko menggambarkan adanya keterpaduan, keakraban, kesadaran, kebersamaan dan keterbukaan antara sesama anggota masyarakat dan antara anggota masyarakat dengan pemimpinnya sebagaimana falsafah Nagari Kerinci. Keterpaduan merupakan satu hal yang diperlukan dalam membangun nagari, kerjasama yang terpadu antara pemimpin dengan rakyatnya, melambangkan musyawarah-mufakat, sebagaimana tertuang dalam pantun adat “memasak nasi dalam periuk, menggoreng dalam kuali. tegak berunding duduk bainok, alamat usaha akan menjadi.” Keakraban diperlukan di tengah-tengah masyarakat, sehingga melahirkan persatuan dan kesatuan, bersatu anggota masyarakatnya dan bersatu dalam tekadnya.

Kalau ini sudah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya tidak ada kesulitan dalam usaha apa saja; bulat nan seguling, picak nan selayang, tak ada berat yang tak dapat dipikul, tak ada ringan yang tak dapat dijunjung. Kenduri sko dapat menumbuhkan keakraban antara sesama anggota masyarakat, anggota masyarakat dengan para pemimpinnya dan masyarakat kampung lain. Sebagaimana tertuang dalam pantun adat: ijuk jadikan sapu, ambil buluh jadi pelupuh, bersatu kita padu, bercerai kita rubuh.Kesadaran untuk melakukan pembangunan manusia seutuhnya, membangun fisik dan mental, kepala diisi dengan ilmu pengetahuan, dada dipenuhi dengan iman dan taqwa sehingga melahirkan kesadaran yang tinggi, menimbulkan kejujuran yang mantap.

Kesadaran untuk menjaga kejujuran akan menimbulkan kerjasama yang baik. Perhelatan kenduri sko melatih orang untuk menjadi jujur. Karena diyakini oleh masyarakat bahwa orang yang tidak jujur akan mendapat ‘teguran’? dari orang gunung (kemasukan arwah).

Perhelatan kenduri sko merupakan rangkaian kegiatan yang memiliki tujuan antara lain:

1. Pengukuhan dan penobatan orang adat seperti depati, hulubalang, rio dan ninik mamak sebagai pengganti pemangku adat yang telah berhenti sesuai dengan ketentuan adat.

2. Pembersihan dan penurunan benda-benda pusaka adat untuk dapat dilihat oleh masyarakat kampung.

3 Mengikat dan menjalin silaturahim, persatuan dan kesatuan antara masyarakat dalam satu kampung dengan masyarakat dari kampung lain.

4) Pembacaan naskah asal-usul yangdinobatkan dan warga setempat agar warga tahu terutama kaum muda dari mana mereka berasal.

5) Memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, juga kepada roh nenek moyang.

Depati merupakan gelar adat tertinggi dalam satu wilayah yang disebut “parit
bersudut empat”. Seorang depati haruslah yang memiliki “simbai ekornya, tajam tajinya dan nyaring kokoknya. Artinya seorang depati adalah orang yang memiliki keberanian untuk berkata benar, berwibawadan berwatak kepemimpinan. Nyaring kokok-nya berarti pandai berkata-kata, berpengaruh dansanggup mengatasi massa, “tahu ireng jo gendeng”, tahu tahan yang menimpa, tahu diranting yang melecut dan arif bijaksana.

Depati dipilih dari seseorang yang ada warisnya, menurut adat disebut “berkubur berpendam, bertampangberturai, adat bersendi alur, alur bersendi patut, patut bersendi dengan benar”.

Pengaruh depati sangat tertanam di dalam masyarakat dusun, “pusat jala tumpuan ikan mempunyai fungsi yang besar sekali menghukum, mendenda, melarik, menjaga, mengajum, mengarah menghela membentang dan memelihara baik buruknya anak kemenakan di dusun serta kemajuan pembangunan dusun”. Di bawah depati ada ninik mamak (permenti) yang terdiri dari rio, datuk dan pemangku. Ninik mamak mempunyai kekuasaan dalam segala masalah kehidupan masyarakat yang bertugas.

KESIMPULAN

Kenduri sko merupakan tradisi lisan masyarakat Kerinci yang telah berlangsung sejak lama dan turun menurun diwariskan dari generasi masa lalu kepada generasi masa kini.

Sebagai suatu tradisi lisan, kenduri skomememiliki peran dalam penyusunan ulang kejadian masa lalu yang merupakan pesan dari masa lalu ke masa kini. Kenduri Sko memiliki pesan kebudayaan yang merupakan representasi dari ruang, ruang, waktu, kesadaran dan kebersamaan yang menjadi pokok pembangun dalam Nagari Kerinci.

Representasi dari ruang dinyatakan oleh keyakinan akan adanya alam semesta bumi dan langit dengan fungsinya masing- masing, reprosentasi waktu ditunjukan oleh keyakinan terhadap waktu sebagai masa untuk berkelana mencari kebaikan dan perubahan. Kenduri sko sebagai pesan kebenaran sejarah dalam lintasan waktu yang bersifat siklus dan linear shingga menuju kepada suatu kekelan yang tidak akan berubah lagi.

Kenduri Sko sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rizki dan memohon untuk dilipat gandakan pendataan mereka lewat hasil panen padi untuk tahun yang akan datang. (*)

/* Penulis adalah Mahasiswa Universitas Andalas.

Related posts