Keunikan Pertunjukan Saluang Bagurau di Kayu Aro Kabupaten Solok

  • Whatsapp

Oleh: Tazsya Putri Selindra

Pertunjukan saluang bagurau merupakan sebuah pertunjukan musikal yang dipadukan dengan kekuatan pantun-pantun yang didendangkan dengan iringan alat musik saluang. Cara memainkan Alat musik saluang yakni ditiup dari bagian ujungnya . Fungsi alat musik saluang adalah untuk mengiringi dendang-dendang yang berisi pantun-pantun yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.

Read More

Saluang bagurau ditandai dengan kemunculan perempuan sebagai pelaku utamanya. Dalam kehidupan adat Minangkabau, dalam kurun waktu sebelum tahun 1960-an, kaum perempuan boleh dikatakan “tabu” tampil dalam kegiatan pertunjukan saluang bagurau. Ada aturan dan sistem nilai sosial yang “melarang” kaum perempuan ikut serta dalam kegiatan seni pertunjukan. Menurut Fuji Astuti (2004:60), di masa lalu paham tradisi tentang rasa dan pikiran mengisyaratkan bahwa perempuan harus tahu malu, paham ajaran Islam tentang ‘aurat’, dan mempertegas ajaran adat. Oleh karena itu, tertutup ruang gerak bagi perempuan untuk mengekspresikan diri melalui dunia pertunjukan karena dianggap ‘mencoreng arang di kening’ di hadapan publik. Sementara bagi laki-laki, dunia kesenian adalah bagian dari kehidupan dan merupakan peran penting permainan anak nagari sebagai bagian dari adat istiadat Minangkabau..

Saluang bagurau selalu diawali dengan pantun pembuka yang khas. didalamnya terdapat lantunan bait-bait pantun yang di dendangkan oleh pedendang. Dendang dilanjutkan dengan dendang gurauan yang berunsur jenaka, setelah itu distabilkan kembali dengan dendang bertempo pelan. Selanjutnya pedendang akan mendendangkan lagu dengan lirik dendang yang dikreasikan sesuai zaman untuk menarik perhatian penonton.

Saluang dendang pada umumnya ditampilkan oleh 7 orang pemain. Diantaranya ada yang memainkan indang, kerincing, dan saluang. Dalam satu dendang dinyanyikan secara bergantian perbait oleh pedendang. Ketujuh orang ini tampil diatas panggung dan duduk beralaskan kasur.. penampilan ini ditampilkan pada malam hari, sebelum acara pesta pernikahan.

Kata bagurau pada saluang bagurau dapat diartikan sebagai suatu konsep masyarakat Minangkabau untuk menyebut suatu kegiatan sekelompok orang yang bermain, atau menceritakan sesuatu di antara sesama dalam suasana keakraban. Jadi kata bagurau pada awalnya bukanlah suatu konsep pertunjukan, tetapi merupakan konsep kehidupan keseharian yang ada dalam masyarakat Minangkabau khususnya di Kayu Aro Kabupaten Solok.

Tujuan diadakannya saluang bagurau ini memberitahukan kepada masyarakat setempat bahwa dikampung mereka telah resmi sepasang kekasih menjadi suami istri. Hal ini juga merupakan ungkapan rasa syukur pihak keluarga atas kelancaran acara pernikahannya. Dahulunya sebelum saluang menjadi seni pertunjukan, saluang hanya sebatas hiburan pribadi untuk waktu luang. Akan tetapi menurut kepercayaan masyarakatnya, saluang tidak boleh dimainkan didalam rumah. Karena akan mendatangkan sesuatu yang tidak diinginkan. Tak hanya sebatas itu, untuk menghibur penonton, pedendang juga bisa menampilkan tari piriang. Uniknya disini penampilan tari piring juga diiringi oleh alunan saluang dan dimainkan oleh para pedendang tersebut.

/*Penulis adalah Mahasiswi Jurusan Sastra Daerah Minangkabau, Universitas Andalas.

Related posts