Keunikan Tradisi Balimau Paga di Nagari Salido Sari Bulan Pesisir Selatan

  • Whatsapp
Fitrah Azzahra
Fitrah Azzahra.

Oleh: Fitrah Azzahra

Kertas minyak warna warni dipotong seperti marawa yang melambangkan bendera khas Minangkabau dipakai untuk menghiasi limau pada acara balimau paga di Nagari Salido Sari Bulan. Balimau paga merupakan salah satu tradisi masyarakat Minangkabau yang dilaksanakan sehari sebelum memasuki bulan Ramadhan. Makna balimau adalah membersihkan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan Ramadhan. Sesuai dengan ajaran agama islam,yaitu mensucikan diri sebelum menjalankan ibadah puasa.

Read More

Tradisi balimau sebelum memasuki bulan puasa mungkin terdengar biasa karena banyak daerah di Minangkabau melakukan tradisi ini, tetapi tradisi balimau di Pesisir Selatan ini sangat berbeda dengan tradisi balimau pada umumnya,tradisi balimau ini dinamakan tradisi “Balimau Paga”.

Tradisi balimau paga terdapat di beberapa nagari atau desa di kabupaten Pesisir Selatan, proses pelaksanaan tradisi balimau paga ini berbeda beda disetiap nagari. Balimau paga di nagari salido sari bulan ini sangat unik dan berbeda dengan tradisi balimau daerah lain. Jika di daerah lain tradisi balimau dilaksanakan disekitar sungai, tradisi balimau paga di Nagari Salido Sari Bulan ini dilaksanakan di lapangan terbuka.Tradisi Balimau paga disini uniknya seperti acara besar yang diadakan setiap tahun karena pada acara ini dihadiri oleh pemerintah nagari,tokoh tokoh adat seperti niniak mamak,alim ulama,cadiak pandai,bundo kanduang dan hampir seluruh masyarakat di Nagarai Salido Sari Bulan. Jika di daerah lain ada yang melaksanaknnya dengan cara mandi balimau dan makan bajamba, beda hal nya dengan tradisi di Nagari Salido Sari Bulan, setiap suku yang ada akan membawa limau yang berisi rempah rempah dan air wangi wangian.limau yang dibawa dihias dengan kertas warna dan bunga karena akan diperlombakan dengan suku suku yang lain.Pada acara balimau di nagari ini juga menampilkan kesenian kesenian minangkabau, seperti randai,tari pasambahan,tari piring,pencak silat dan kesenian lainnya. Awalnya tradisi ini dilaksanakan oleh masyarakat Salido Sari Bulan saja tetapi kemudian dilaksanakan oleh dua nagari yaitu Nagari salido sari bulan dan Koto Rawang sebagai bentuk silahturahmi antar dua desa karena dahulunya Nagari Salido Sari Bulan dan Koto Rawang merupakan satu desa yang bernama Salido Kecil dan seiring perkembangnya dipecah menjadu dua.

Tradisi balimau paga adalah salah satu acara besar yang ditunggu tunggu masyarakat Salido Sari Bulan oleh karena itu perlu persiapan yang matang. Sebulan sebelum acara dilaksanakan pemuda pemudi dan anak Desa salido Sari Bulan sudah berlatih untuk menampilkan kesenian diacara tersebut. Sehari sebelum acara, lapangan yang akan dipakai dipasang tenda dan dihias oleh pemuda pemuda desa. sementara itu ibu-ibu dari masing-masing suku mencari bahan limau yang akan dibawa dan dihias untuk acara esok harinya.

Beberapa perlengkapan yang erat kaitannya dengan tradisi balimau paga yaitu:
a .Limau
– Kambelu : sejenis lengkuas yang wangi kemudian dipukul dengan batu
– Jeruk nipis : diiris iris kemudian direbus
– Tambala : tempat untuk meletakkan kambeku dan jeruk nipis
– Daun pandan : diiris tipis dan diamsukkan kedalam gelas.
– Bunga ros : dimasukkan kedalam gelas
– Badak bareh : bedak beras kencur yang diberi air
b . hiasan limau
– Kertas minyak warna warni dipotong seperti marawa yang melambangkan khas bendera Minangkabau
– Bunga hiasan
– Kain
c . alat musik talempong
d . marawa

Pelaksanaan tradisi balimau paga

Tradisi balimau paga dimulai dari simpang Mesjid Darussalam,para pemerintah nagari terutama bapak/ibu wali nagari/desa ,tokoh-tokoh adat seperti datuak masing masing suku,niniak mamak,alim ulama,cadiak pandai bundo kanduang,imam katib,dan tokoh adat lainnya serta sekelompok masyarakat berarak-arakan diiringi musik talempong dari masing masing desa berjalan menuju lapangan yang cukup besar yang merupakan pertengahan wilayah antara desa salido sari bulan dan koto rawang. Setelah sampai mereka akan disambut oleh tari pasambahan yang kemudian dilanjutkan dengan acara formal yang diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, pembacaan ayat suci alquran,kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari Bapak Camat Kecamatan IV Jurai,kata sambutan dari bapak/ibu Wali Nagari Salido Sari Bulan dan Koto Rawang, kata sambutan dari pemuka adat yaitu datuak dari masing masing suku. Acara formal ini kemudian ditutup dengan pembacaan doa meminta ampunan atas dosa dosa sebagai tanda memasuki bulan yang suci dan agar diberi kelancaran serta kesehatan selama bulan Ramadhan.

Setelah acara formal selesai,dilanjutkan dengan acara hiburan yaitu penampilan berbagai macam kesenian Minangkabau dari pemuda pemudi Nagari Salido Sari Bulan dan Koto Rawang yaitu kesenian randai,tari tari tradisional dan pencak silat yang ditampilkan oleh anak anak yang masih kecil membuat tradisi ini semakin menarik untuk dilihat.

Kemudian masuk ke acara selanjutnya yaitu penilaian limau yang di bawa oleh masing masing suku,penilaian ini dilakukan oleh pemerintah desa atau bapak Camat langsung jika beliau hadir.Penilaian limau ini ditentukan oleh hiasan limau yang indah dan menarik serta bagaimana kelengkapan limau yang dibawa.Setelah berunding hasil penilaian akan diumumkan,limau yang menang dengan membawa nama suku mereka masing masing akan mendapatkan hadiah dari pemerintah desa.

Penutupan acara yaitu masyarakat secara bergiliran memakai limau yang telah dibawa oleh masing masing suku yang dimulai oleh pemerintah nagari,tokoh adat kemudian dilanjutkan dengan masyarakat yang hadir sembari meninggalkan lapangan acara. Ada sebagian masyarakat yang bersalam salaman untuk saling bermaafan sebagai tanda memasuki bulan suci Ramadhan ada juga masyarakat yang langsung pulang menuju rumah masing masing.Sampainya dirumah masyarakat mandi bersih dan berbondong bondong pergi kemesjid untuk melaksanakan sholat taraweh bersama sama.

/* Penulias adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Universitas Andalas

Related posts