Kisah Buk Elni Pensiunan Guru Agama yang Diberi Modal Usaha Oleh Relawan PAkSa

  • Whatsapp
Buk Elni (kanan), seorang pensiunan guru agama warga Kampung Dalam Limbanang Kecamatan Suliki, Kab. Limapuluh Kota. (Foto: Dok. Relawan PAkSa)

MINANGKABAUNEWS.COM, LIMAPULUH KOTA – Cobaan hidup membuat Buk Elni, seorang pensiunan guru agama terombang-ambing dalam menjalankan roda kehidupan. IRT warga Kampung Dalam Limbanang, Kecamatan Suliki, Limapuluh Kota itu kini tidak bisa berbuat banyak.

Ia hanya bisa pasrah setelah beberapa bulan lampau mengalami musibah kecelakaan terjatuh dari sepeda motor. Hampir 7 bulan lamanya, Buk Elni terpaksa menjalani perawatan intensif di RSUD Adnaan WD Payakumbuh, akibat mengalami luka dan patah tulang.

Read More

Sementara, sang suami yang sebelumya menjadi tulang punggung keluarga, sudah bertahun lamanya mengalami sakit, dan setiap hari hanya terbaring di rumahnya. Kisah hidup keluarga malang tersebut pertama kali diangkat oleh para relawan Palanta Aksi Sosial (PAkSa) sebuah komunitas sosial kemanusiaan di Limapuluh Kota.

Adalah Ferizal Ridwan, koordinator aksi PAkSa kepada wartawan mengungkapkan, relawannya mendapat informasi tentang kehidupan Buk Elni dari informasi masyarakat. Mengingat, para relawan PAkSa selama ini memang konsen mengurusi dan membantu persoalan sosial kemanusiaan di daerah itu.

“Jadi, suami Buk Elni saat ini dalam kondisi sakit sejak belasan tahun lalu. Buk Elni juga mendapat musibah kecelakaan terjatuh bersama dengan anaknya, ketika mengendarai sepeda motor,” cerita Ferizal, mantan Wakil Bupati Limapuluh Kota itu kepada wartawan, Rabu (25/5).

Menurut Ferizal, relawan PAkSa sebelumnya sempat vakum melakukan aksi beberapa bulan, karena untuk menjaga netralitas dan independesi dalam pemilihan Walinagari (Pilwanag) yang sejak beberapa minggu lalu, tengah dihelat di Kabupaten Limapuluh Kota.

Setelah berlangsungnya pemilihan wali Nagari, kini PAkSa kembali beraksi berbagi kebahagian dengan para kaum dhuafa. Kali ini, Buk Elni yang diketahui pernah mengajar di SMA Situjuah Limo Nagari, menjadi perhatian untuk berbagi kebahagian.

PAkSa, dikatakan, sempat memberikan bantuan usaha yakni satu ekor beruk yang dapat dijadikan sebagai pendukung usaha guna menambah pendapatan ekonominya. Mengingat, selama ini Buk Elni memang mencari nafkah sebagai pengambil kelapa dengan beruk.

“Kami memberikan modal usaha berupa satu ekor beruk yang bisa diasuh dan diberdayakan untuk mengambil upah memetik buah kelapa guna membantu nafkah keluarga bagi Buk Elni,” ungkap Ferizal yang akrab disapa Buya Feri.

Guna memenuhi kebutuhan hidup, Buk Elni sehari-hari diketahui menyandarkan ekonomi keluarganya dari jasa seekor beruk yang dimanfaatkan untuk mengambil upah memanjat buah kelapa. Dari satu ekor beruk peliharaan Buk Elni bisa mendapat penghasilan Rp35 ribu sampai Rp50 ribu perhari.

Sedangkan uang pesiun Buk Elni, ungkap Buya Feri, termasuk penghasilan dari usaha tani sudah habis untuk biaya berobat. Oleh sebab keterpaksaan ‘pahlawan’ tanda jasa yang akrab dijuluki ‘Oemar Bakri’ itu memilih menggantungkan nasibnya kepada seekor beruk.

Ferizal Ridwan berharap, dengan adanya bantuan satu ekor beruk dari relawan PAkSa untuk Buk Elni, mudahan-mudahan akan menambah penghasilan atau pendapatannya dalam mendukung kebutuhan ekonomi keluarga.

“Walaupun hanya dalam bentuk modal usaha, setidaknya kini Buk Elni sudah bisa berusaha kembali memenuhi kebutuhan hidupnya. Kita cukup salut dengan semangat kegigihan beliau, mudah-mudahan mereka selalu diberi keberkahan hidup oleh Allah Yang Maha Kuasa,” sebut Buya Feri. (akg)

Related posts