Komunikasi di Dunia Maya dan Dunia Nyata

Afdal Fauzen, S. Pd
Afdal Fauzen, S. Pd

Oleh: Afdal Fauzen, S. Pd

Yang jauh terasa dekat namun yang dekat tidak terasa hangat”. Kalimat inilah yang mengambarkan komunikasi yang terjadi pada saat sekarang ini. Ditambah dengan keadaan pandemi covid-19 yang membatasi pertemuan secara langsung sehingga berkomunikasi dengan menggunakan teknologi informasi merupakan suatu keharusan. Kemajuan teknologi yang terjadi saat ini telah membawa perubahan terhadap sikap dan tindakan yang dilakukan oleh seseorang. Memang tidak bisa dipungkiri dengan adanya kemajuan teknologi akan memberikan dampak positif terhadap kemajuan suatu bangsa. Kecepatan dalam mendapatkan suatu informasi dan memudahkan urusan manusia merupakan diantara dampak positif yang akan dirasakan. Namun kemajuan teknologi informasi yang terjadi bisa juga bisa memberikan dampak negatif kepada manusia ketika mereka tidak bisa mempergunakanya dengan baik.

Read More

Dalam berkomunikasi misalnya, seseorang tidak perlu lagi saling mengirim surat untuk menanyakan kabar saudaranya yang jauh, sehingga harus menunggu beberapa hari surat balasan terhadap surat yang telah dikrimkan. Namun saat sekarang ini, dengan kemajuan teknologi informasi yang ada, seseorang bisa mengetahui keadaan sudaranya secara langsung tanpa harus menunggu beberapa hari. Begitu juga dengan hal yang lain, misalnya saja suatu peristiwa atau kejadian jauhpun dengan cepat akan diketahui oleh orang yang tidak berada dilokasi kejadian.

Kemajuan teknologi komunikasi ditandai dengan munculnya berbagai macam media sosial. Media sosial memang memberikan manfaat yang luar biasa kepada penggunanya. Dan tergantung bagaimana penggunanya itu memanfaatkanya. Media sosial bisa dimanfaatkan sebagai sumber belajar dengan cara menambah ilmu pengetahuan dengan konten-konten yang terdapat didalamnya. Serta alat untuk menjalin silaturrahmi dengan keluarga atau  saudara yang jauh dan sudah lama tak bertemu.

Contohnya saja pertemanan yang telah diputuskan oleh jarak dan waktu ternyata dapat disambung kembali dengan menggunakan media sosial yang ada baik itu facebook, instagram, twitter dan lain sebagainya. Komunikasi pun akan terus terjalin walaupun jarak yang memisahkan. Namun tersebarnya berita hoax dan ujaran kebencian juga tidak bisa dihindari ketika sudah terjun dimedia sosial yang dimiliki.

Disamping media sosial memberikan dampak positif dengan mudahnya menjalin pertemanan dengan orang-orang yang jauh dengan kita atau yang sudah lama tidak bersua akan tetapi secara tidak langsung bisa membuat teman yang ada didunia nyata semakin hambar. Ketika nongkrong bersama teman-teman satu kelas atau teman-teman tempat kerja, terkadang masing-masing mereka sibuk dengan gadgetnya masing-masing. Padahal mereka telah berkumpul bersama-sama.

Hal yang lain ketika sedang seseorang menunggu antrian, dalam transportasi umum, maupun ditempat keramaian lainnya. Mereka disibukkan dengan alat komunikasi yang dimiliki. Padahal orang-orang rami disekitarnya. Mereka sama-sama saling sibuk dan focus dengan gadgetnya masing-masing. Sehingga tidak memperhatikan lagi situasi terjadi didekatnya. Sibuk dengan dunia maya baik sebagai pengguna yang aktif seperti membuat postingan, mengomentasi postingan, atau hanya sebagai pengguna yang pasif dengan melihat-lihat postingan yang ada di dunia maya.

Terlalu sibuk dengan dunia maya (media sosial) yang ada tanpa memperhatikan lingkungan disekitarnya akan menimbulkan sikap individualistis serta akan susah untuk bersosialisasi dengan orang lain. Mereka akan lebih senang berinteraksi dengan orang-orang yang ada di dunia maya daripada di dunia nyata. Oleh karena itu kecanduan dengan media sosial perlu diatas.

Adapun cara untuk mengatasi efek negatif yang didapatkan dari media sosial ini adalah pertama dengan membatasi waktu penggunaannya. Dengan demikian seseorang akan terhindar dari melalaikan tugasnya baik sebagai pelajar, mahasiswa, guru, karyawan maupun tugas lainnya. Kedua, Bijak dalam menggunakannya. Media sosial bisa menjadi ajang pertengkaran dan ujaran kebencian ketika tidak bijak dalam menggunakannya. Bahkan tidak sedikit pula penggunakan media sosial yang termakan dengan berita hoax yang ada. Sebab mereka tidak memilah dan memilih informasi yang didapatkan.

Lemahnya budaya membaca menjadi penyebab utama berita hoax tersebar dengan cepat. Hal ini akibat dari membagikan postingan atau berita tanpa membaca terlebih dahulu sehingga  berita hoax itu dengan cepat tersebar. Begitu juga ketika membuat psotingan atau mengomentari postingan yang ada. Unsur kelayakan dan kepantasan perlu menjadi pertimbangan sebelum melakukan itu semua.

Dengan demikian, media sosial ibarat pisau bermata dua, tergantung penggunanya dalam memanfaatkanya. Salah dalam memanfaatkan tentu akan memberikan dampak dalam berkomunikasi di dunia nyata. Seharusnya komunikasi yang jauh bisa diperdekat dengan media sosial dan jangan sampai yang dekat tidak menjadi hangat karena disibukkan dengan bermedia sosial ketika berkumpul bersama.  (*)

/* Penulis adalah Guru Pendidikan Agama Islam & Wakil Kesiswaan SMPN 40 Padang.

  

 

Related posts