Komunikasi Keluarga Dalam Tumbuh Kembang Anak

  • Whatsapp
anak
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)

Oleh: Muthiah Sabira

Keluarga/orangtua berfungsi untuk dapat memastikan bahwa anaknya bisa selalu dalam keadaan sehat dan juga aman, mampu memberikan sarana dan prasana untuk mengembangkan kemampuan sebagai bekal di kehidupan sosial, serta sebagai media dalam menanamkan nilai sosial dan budaya yang baik sedini mungkin. Orangtua juga diharapkan untuk mampu memberikan kasih sayang, penerimaan, penghargaan, pengakuan, dan arahan kepada anaknya.

Read More

Hubungan antara orangtua dan anak sangat penting untuk membangun kepercayaan terhadap orang lain dan diri sendiri. Selain itu juga dapat membantu perkembangan sosial, emosional, dan kognitif pada anak. Penelitian menyebutkan bahwa hubungan yang hangat, terbuka, dan komunikatif antara orangtua dan anak; terdapat batas yang wajar antar usia; menyampaikan alasan terkait hal-hal yang tidak boleh dilakukan anak, akan meningkatkan rasa percaya diri dan juga performa di sekolah maupun lingkungan masyarakat. Selain itu oleh karenanya, anak akan lebih terhindar dari hal-hal negatif seperti, depresi dan penggunaan narkoba.

Komunikasi merupakan penghubung utama antara orang tua dan anak dalam berinteraksi. Komunikasi yang terjalin antara orang tua dan anak sangatlah penting bagi orang tua dalam upaya melakukan kontrol, pemantauan, dan dukungan kepada anak. Namun setiap dukungan memiliki makna yang berbeda, dapat dipersepsi positif atau negatif oleh seorang anak. Hal itu diantaranya dipengaruhi oleh cara orang tua dalam berkomunikasi. Oleh karena itu, banyak program intervensi yang ditujukan untuk meningkatkan efektivitas pengasuhan yang memfokuskan pada peningkatan keterampilan komunikasi dalam keluarga.

Keluarga akan bergerak maju melalui beberapa proses yang dilalui. Apabila suatu tahapan baru dicapai, pemimpin dalam keluarga perlu mengambil tindakan agar dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan anggota keluarga, sehingga keluarga tersebut akan terus berfungsi secara adaptif. Perubahan-perubahan yang terjadi menuntut para anggota keluarga secara individual dan keluarga secara keseluruhan untuk menyesuaikan diri dengan tahapan baru yang dilalui.

Contohnya saat seorang anak mencapai masa pubertas, seorang remaja perlu untuk menyesuaikan diri dengan tugas-tugas baru yang akan mereka hadapi sebagai seorang remaja dan menyesuaikan diri terhadap perubahan komunikasi dengan orang tua, saudara kandung, dan orang-orang lain yang signifikan dalam kehidupan keluarganya. Demikian pula terhadap orang tua yang juga perlu melakukan perubahan dalam penyesuaian komunikasi dengan usia remaja.

Komunikasi dalam keluarga dapat disamakan dengan peran oksigen pada bumi. Karena peranan yang sangat penting, komunikasi dalam keluarga merupakan inti dalam keharmonisan keluarga. Jadi, seberapa sehatnya keluarga dapat dilihat dari berapa sehatnya komunikasi yang terjalin dalam keluarga itu. Untuk itu kita perlu berkomunikasi guna memberi dorongan dalam mengungkapkan rasa dan kepedulian kepada sesama anggota keluarga. Dikarenakan keluarga merupakan kelompok sosial pertama dalam kehidupan, dimana keluarga adalah tempat belajar dan menyatakan diri sebagai manusia sosial, dalam interaksi dengan kelompoknya. Dalam konteks keluarga yang sesungguhnya, komunikasi merupakan sesuatu yang harus dijaga, sehingga anggota keluarga merasakan ikatan yang dalam serta saling membutuhkan.

Keluarga merupakan kelompok primer paling penting dalam masyarakat, yang merupakan pendukung utama untuk tumbuh kembang seorang anak. Jika diartikan secara umum komunikasi keluarga adalah suatu pengorganisasian yang menggunakan kata-kata, sikap tubuh (gesture), intonasi suara, tindakan untuk menciptakan harapan image, ungkapan perasaan serta saling member pengertian. Jika dilihat dari artian keluarga dapat dikatakan bahwa kata-kata, sikap tubuh, intonasi suara dan tindakan, mengandung maksud mengajarkan, mempengaruhi dan memberikan pengertian. Sedangkan tujuan pokok dari komunikasi ini adalah memprakarsai dan memelihara interaksi antara satu anggota dengan anggota lainnya sehingga tercipta komunikasi yang efektif.

Komunikasi dalam keluarga juga dapat diartikan sebagai kesiapan mengkomunikasikan dengan terbuka kepada anggota keluarga lainnya untuk segala hal yang menyenangkan maupun yang kurang baik. Selain itu, keluarga juga harus siap menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dengan adanya komunikasi interpersonal yang baik. Terlihat dengan jelas bahwa dalam keluarga adalah pasti membicarakan hal-hal yang terjadi pada setiap individu, komunikasi yang dijalin merupakan komunikasi yang dapat memberikan suatu hal yang dapat diberikan kepada setiap anggota keluarga lainnya. Dengan adanya komunikasi, permasalahan yang terjadi diantara anggota keluarga dapat didiskusikan atau dibicarakan dengan mengambil tindakan dan solusi terbaik. Dengan sangat pentingnya fungsi dan peran komunikasi dalam keluarga. Untuk menjaga komunikasi keluarga maka secara tidak langsung dapat membangun kejujuran pada diri anak.

Bila keluarga secara aktif membuka percakapan dan menayakan setiap tumbuh kembang anak, maka anak akan cenderung nyaman mengungkapkan perasaannya dengan jujur. Selain itu, dengan menjaga komunikasi maka akan meminimalisir konflik yang terjadi.

Komunikasi bisa mencegah adanya hal buruk yang tidak diinginkan seperti kekerasan dalam keluarga. Jadi ketika terjadi konflik, anggota keluarga, terutama orang tua, akan terbiasa menyelesaikan permasalahan dengan diskusi tanpa adanya perdebatan.

Komunikasi keluarga diharapkan bukan hanya sebagai penghubung antara orang tua dan anak, tetapi diharapkan sebagai wadah bagi orang tua dalam berbagi tentang nilai dan pengalaman mereka dengan cara yang positif. Dalam prakteknya ada berbagai macam cara yang bisa diterapkan oleh orang tua dalam komunikasi keluarga, seperti cara yang dapat orang tua terapkan dalam keluarga guna menjaga komunikasi bagi setiap anggota keluarga misalnya dengan adanya liburan keluarga atau mengikuti apa yang anak suka seperti hobi nya agar terjalin komunikasi yang baik. Dengan menghabiskan waktu bersama merupakan salah satu metode dalam keluarga agar dapat menjalin kedekatan antara anggota keluarga yang satu dengan yang lainnya.

/* Penulis adalah Mahasiswi Ilmu Komunikasi, Universitas Andalas

Related posts