Konflik Israel-Palestina Hanya Persoalan Agama?

  • Whatsapp
Konflik Israel Palestina

Oleh : Hasnah Mega Putri S.IP

Melihat berita yang tengah heboh di sosial media saat ini, terjadi lagi penyerangan terhadap kaum Muslim Palestina yang sedang melakukan shalat Tarawih dan I’tikaf di Masjidil Al-Aqsa, dimana para tentara zionis melakukan penyerangan terhadap Muslim Palestina dengan granat kejut dan peluru karet yang mengakibatkan banyaknya Muslim Palestina terluka. Tersebarnya beberapa vidio terkait kekejaman tentara Israel tersebut kembali menyulut emosi kalangan Muslim dunia. Banyak kecaman demi kecaman yang dilontarkan kepada tentara zionis Israel.

Read More

Menilik kembali ke belakang melihat kasus-kasus kekejaman yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap masyarakat Palestina. Pengusiran secara paksa yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap keluarga di Yerussalem, dan melakukan penipuan dengan menggunakan dokumen palsu untuk mengklaim rumah-rumah milik orang Palestina menjadi milik orang-orang Israel, sehingga kepala keluarga penduduk Palestina ditahan di penjara dan di siksa oleh tentara Israel.

Selanjutnya kasus terkait penangkapan dan penyiksaan yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap anak-anak yang ada di Palestina yang dituduh melempar batu kepada tentara Israel. Hal ini dapat dilihat pada sebuah klip video yang berasal dari juru kampanye hak asasi manusia Aref Jaber yang menunjukkan bahwasannya para tentara Israel berusaha menangkap seorang anak laki-laki didalam sebuah sekolah dan mengancam mematahkan tangan seorang guru yang disinyalir ingin menyelamatkan anak laki-laki tersebut.

Lalu kasus penembakan yang dilakukan oleh tentara Israel kepada tenaga medis dan aparat media atau jurnalis yang sedang bertugas di Palestina tindakan ini terrmasuk kedalam kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel. Serta kasus terakhir yang sedang hangat dimana tentara Israel melakukan tindakan pembubaran terhadap masyarkat Muslim Palestina yang sedang melakukan Shalat Tarawih dan I’tikah dalam menyambut malam lailatul Qadr, dan banyak lagi kasus kejahatan dan kekejaman yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap orang-orang Palestina. Selama berpuluhan Tahun rakyat Palestina dijajah oleh Israel dan tidak sedikit pula rakyat Palestina yang kehilangan hak-hak hidupnya.

Tidak hanya umat Muslim Palestina saja yang disiksa oleh para zionis Israel, melainkan seluruh masyarakat yang berada di Palestina. Melansir beberapa situs berita online seperti Sindonews.com dimana dalam situs online tersebut disebutkan bahwa “Polisi Israel Lecehkan Umat Kristen Palestina didekat Gereja Makam Suci”. Selanjutnya situs Seputar Tangsel.com dimana disebutkan bahwa “Situs Kristen Hendak Dirusak Warga Israel, Presiden Palestina Mengecam Tersangka Sebagai Teroris”. Selanjutnya ada situs kabar24.bisinis.com “Israel Larang Umat Kristen Masuk Ke Yerussalem Dan Bethelehem Saat Natal”. Serta melihat berita dari media televisi GTV dalam acara Breaking News, diperlihatkan bahwa tentara zionis Israel telah memukul, menyiksa pejuang Palestina yang sedang berdemonstrasi dengan menggunakan baju santa claus. Dari beberapa kejahatan yang dilakukan oleh zionis Israel terhadap kaum Kristen Palestina, mereka melakukan perlawanan dan menentang Israel. Melansir sebuah perkataan seorang Pendeta Bethelem Palestina “Kami mencintai Israel, tapi Israel selalu menindas kami” (detiknews.com).

kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina sudah sangat menjerumus kepada pelanggaran HAM berat dan Kejahatan Kemanusiaan. Dalam pasal 104 ayat 1 UU HAM, pelanggaran HAM berat adalah pembunuhan masal (genoside), pembunuhan sewenang-wenang atau diluar putusan pengadilan (arbitary/extrs judical killing), penyiksaan, penghilangan orang secara paksa, perbudakan atau diskriminasi yang dilakukan secara sistematis (system discrimination). Selanjutnya Jenis pelanggaran HAM berat berdasarkan Statuta Roma dan UU RI No.26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia: Kejahatan Genosida (genoside), Kejahatan Terhadap Kemanusiaan (Crime Against Humanity), Kejahatan Perang (War Crimes), dan Kejahatan Agresi (Aggression).

Kejahatan Genoside yang dimaksud adalah setiap perbuatan yan dilakukan dengan tujuan untuk memusnahkan atau menghancurkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, etnis dan agama yang dilakukan dengan cara membunuh anggira kelompok dan mengakibatkan pederitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggota-anggota kelompok, menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan mengakibatkan kemusnahan dan kehancuran secara fisik baik seluruh maupun sebagian, memaksakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran didalam kelompok, memindahkan secara paksa anak-anak dari kelompok tertentu ke kelompok lain. Kejahatan kemanusiaan yang dimaksud adalah suatu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan langsung kepada penduduk sipil berupa: pembunuhan, pemusnahan, perbudakan, pengusiran, perampasan kemerdekaan, penyiksaan, penganiayaan terhadap kelompok tertentu dll (UU RI NO 26 TAHUN 2000, Tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia).

Jika dilihat dari fakta dan penjelasan yang telah dijabarkan diatas serta jika melihat dari sudut pandang yang sedikit berbeda, sebenarnya konflik antara Israel dan Palestina bukan hanya persoalan agamatetapi lebih dari itu, seperti pelanggaran HAM berat dan Kejahatan Kemanusiaan yang telah dilakukan oleh Israel demi kepentingan memperoleh tanah wilayah kekuasaan, serta pedudukan ilegal yang dilakukan oleh Israel di wilayah Palestina. Fakta yang ada telah menjelaskan bahwa di Palestina tidak hanya Kaum Muslim saja yang berada disana, tetapi ada Kaum Kristiani, Khatolik, Orthodox dan juga Yahudi yang juga tinggal disana. Masyarakat Internasional dan masyarakat Indonesia terkhususnya banyak yang salah kaprah dalam memahami konflik ini. Banyak yang hanya terpaku pada persoalan agama saja. Jika kita melihat komposisi agama yang ada di Israel terdapat 75% masyarakatnya adalah Yahudi dan 21% adalah orang Arab dimana 18% dari orang Arab tersebut beragama Islam. Melihat sejarah berdirinya Israel, jelas bahwa dalam perjuangan pendirian Israel ada banya kelompok Muslim yang membantu, seperti Suku Circassian yang beragama Islam Sunni, Suku Badawi yang disediakan sekitar seperempatnya dari seluruh bangsa Arab yang tinggal di Israel dan Suku Druze yang menganut Islam Syiah. Antara rakyat Muslim Israel dengan penduduk mayoritasnya tidak ada terjadi konflik masal kecuali konflik pribadi. Selanjutnya kita melihat komposisi agama yang ada di Palestina beragama Islam sekitar 75%, dan selebihnya adalah agama Yahudi dan Nashrani. (Siti Afifiyah, Fakta Konflik Israel-Palestina Bukan Soal Agama, Tagar.id)

Dari penjabaran komposisi agama diatas dapat di simpulkan bahwasannya konflik antara Israel dan Palestina bukan hanya konflik agama melainkan juga konflik Politik dalam memperebutkan wilayah.Perjuangan Palestina untuk meraih kemenangan memang masih panjang, sebab Israel secara terus menerus melakukan penindasan terhadap masyarakat Palestina. Tidak peduli kelompok manapun, baik Muslim ataupun Kristen sama-sama mendapatkan perlakuan diskriminatif oleh Israel. Fakta menyedihkan yang teramat dalam juga dirasakan oleh umat Kristen Palestina, namun tidak mendapat perhatian yang terlalu oleh dunia, sebab sebagian umat mereka mendukung Israel dikarenakan mereka beranggapan bahwa Israel adalah negara pilihan Tuhan dan mengabaikan kejahatan kemanusiaan yang telah dilakukan oleh zionis Israel terhadap bangsa Palestina.

Tidak perlu menjadi Muslim untuk membela Palestina, tidak perlu menjadi Pendeta untuk membela Palestina, tidak perlu menjadi Kristen untuk membela Palestina. Cukup jadi manusia yang memanusiakan manusia lainnya!. (*)

Hasnah Mega Putri S.IP
/* Penulis adalah Alumnus Ilmu Politik FISIP Unand & Ketum Kohati HMI Kom.Isip Unand.

Related posts