PAINAN — Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Pesisir Selatan mulai menyalurkan dana bantuan pembinaan kepada cabang olahraga (cabor) yang berada di bawah naungan organisasi tersebut. Penyaluran bantuan itu menjadi bagian dari program tahunan untuk mendukung peningkatan prestasi atlet daerah menuju berbagai ajang kompetisi, baik tingkat daerah maupun nasional.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Pesisir Selatan, M. Adli, mengatakan dana pembinaan tersebut berasal dari hibah Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan yang disalurkan melalui KONI sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan olahraga daerah.
Menurut Adli, bantuan itu diharapkan mampu memperkuat proses pembinaan atlet dan pelatih di masing-masing cabang olahraga sehingga dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di berbagai kejuaraan.
“Dana ini diberikan sebagai bentuk komitmen Pemkab Pesisir Selatan dalam memajukan olahraga daerah, khususnya pembinaan atlet dan pelatih pada masing-masing cabang olahraga,” ujar Adli kepada media, Selasa (18/5/2026).
Ia menjelaskan, sebelum proses pencairan dilakukan, KONI Kabupaten Pesisir Selatan terlebih dahulu menurunkan tim monitoring dan evaluasi (monev) guna melakukan verifikasi serta klarifikasi terhadap data kepengurusan maupun aktivitas setiap cabang olahraga.
Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan diterima oleh cabang olahraga yang aktif menjalankan pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Selain melakukan verifikasi administrasi, tim monev juga menggelar rapat koordinasi guna menentukan cabang olahraga yang dinilai layak menerima bantuan pembinaan tahap pertama.
Dalam proses tersebut, KONI juga menegaskan pentingnya tertib organisasi, termasuk mengingatkan agar tidak ada pengurus yang merangkap jabatan di lebih dari satu cabang olahraga.
“Verifikasi ini penting agar kita tahu betul kondisi dan kebutuhan setiap cabor. Dari hasil kunjungan tim monev ke masing-masing cabor, KONI mencatat perkembangan serta kendala yang dihadapi cabor secara objektif di lapangan,” tegas Adli.
Ia menambahkan, kepengurusan yang jelas dan aktif menjadi salah satu syarat penting dalam proses pencairan dana bantuan pembinaan tersebut.
Adli menuturkan, cabang olahraga yang telah dinyatakan lulus verifikasi mulai menerima pencairan bantuan, sementara cabor yang belum memenuhi persyaratan diminta segera melengkapi dokumen yang dibutuhkan.
“Alhamdulillah hari ini mulai dilakukan pencairan untuk cabor yang sudah lengkap sesuai berita acara tim verifikasi KONI Kabupaten Pesisir Selatan,” katanya.
Penyaluran dana pembinaan ini disambut positif oleh sejumlah pengurus cabang olahraga karena dinilai sangat membantu kebutuhan pembinaan atlet menjelang agenda kompetisi besar tahun ini.
KONI berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masing-masing cabang olahraga untuk meningkatkan kualitas latihan, pembinaan atlet usia muda, hingga kesiapan mengikuti kejuaraan.
Salah satu fokus utama pembinaan saat ini adalah persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang.
Adli berharap seluruh cabang olahraga dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan intensitas latihan dan memperkuat kesiapan atlet agar mampu meraih hasil terbaik pada ajang Porprov nanti.
Menurutnya, keberhasilan olahraga daerah tidak hanya bergantung pada atlet semata, tetapi juga ditentukan oleh keseriusan organisasi cabang olahraga dalam menjalankan program pembinaan secara berkesinambungan.
Ia juga menegaskan bahwa mekanisme pencairan dana dilakukan secara transparan melalui transfer langsung ke rekening masing-masing cabang olahraga guna menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran.
“Jadi setiap cabor harus memiliki rekening masing-masing sehingga proses pencairan dan pertanggungjawaban dana dapat berjalan lebih tertib,” pungkas Adli.
Dengan mulai dicairkannya bantuan pembinaan tersebut, KONI Kabupaten Pesisir Selatan optimistis semangat pembinaan olahraga daerah akan semakin meningkat dan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang siap bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.






