Kota Padang Bergerak! Musda IX LKAAM Usung Misi Besar: Adat Kuat, Generasi Bermartabat, Nagari Berperan

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Semangat kebersamaan dan komitmen memperkuat nilai-nilai adat kembali berkobar di jantung Kota Padang. Selasa (22/9/2026), Aula Bagindo Aziz Chan di Balai Kota Padang menjadi saksi digelarnya Musyawarah Daerah (Musda) IX Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Padang—sebuah momentum strategis yang tidak hanya memilih pemimpin baru, tetapi juga menegaskan arah pembangunan kota yang berpijak pada adat dan agama.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara resmi membuka musyawarah yang mengusung tema penuh makna: “Memperkuat Peran LKAAM Kota Padang dalam Mewujudkan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah Menuju Kota Padang yang Berbudaya, Bermartabat dan Religius.” Tema ini menjadi pengingat bahwa adat dan syarak adalah dua pilar yang tak terpisahkan dalam membangun masyarakat Minangkabau yang tangguh.

Tampak hadir dalam acara tersebut Ketua LKAAM Sumatera Barat, Fauzi Bahar Datuak Sati, beserta jajaran pengurus; unsur Forkopimda Kota Padang; pimpinan OPD di lingkup Pemerintah Kota Padang; Ketua LKAAM Kota Padang, Syafril Ulbi Datuak Bagindo Rajo, bersama pengurus; serta para pengurus LKAAM kecamatan dan Kerapatan Adat Nagari (KAN) se-Kota Padang. Kehadiran mereka menandakan sinergi yang solid antara lembaga adat, pemerintah, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Fadly Amran berharap Musda berjalan secara badunsanak—mengedepankan musyawarah dan mufakat, bukan sekadar kompetisi. Baginya, hasil Musda harus mampu memperkuat sinergi antara lembaga adat, pemerintah, dan masyarakat. Ia menekankan bahwa penguatan lembaga adat adalah bagian penting dari Program Unggulan (Progul) Sinergi Nagari, serta visi pembangunan Kota Padang yang berlandaskan agama dan budaya.

“Musda ini merupakan tahapan penting dalam penguatan organisasi LKAAM Kota Padang. Kita berharap proses pemilihan berlangsung secara badunsanak, mengedepankan musyawarah dan mufakat,” ujar Fadly.

Ia pun menegaskan komitmen Pemko Padang untuk memfasilitasi program LKAAM yang sejalan dengan agenda pembangunan, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan ninik mamak dan KAN. Tidak hanya itu, Fadly menyoroti pentingnya penyamaan persepsi antara pemerintah, LKAAM, KAN, dan pemangku kepentingan dalam menangani berbagai persoalan sosial—mulai dari narkoba, LGBT, tawuran, hingga penyakit masyarakat.

“Kita ingin nagari memiliki peran kuat dalam menjaga adat, membina generasi muda, serta mendukung pembangunan di tengah masyarakat. Tentunya, hal ini diperkuat melalui keberadaan LKAAM bersama KAN dan ninik mamak,” tambahnya.

Senada dengan itu, Ketua LKAAM Kota Padang, Syafril Ulbi Datuak Bagindo Rajo, mengapresiasi dukungan Pemko Padang terhadap kelancaran tahapan Musda IX. Ia berharap musyawarah ini menghasilkan kepengurusan yang mampu memperkuat persatuan lembaga adat, menjalankan pembinaan anak kemenakan, serta meningkatkan keterlibatan ninik mamak dalam pembangunan Kota Padang.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Musda IX LKAAM Kota Padang, Yolanda Kaharudin Datuak Sati Nan Balatiah, mengungkapkan bahwa Musda diikuti oleh 23 pemilik suara, terdiri atas 11 ketua LKAAM kecamatan, 10 ketua KAN, satu perwakilan LKAAM Kota Padang, dan satu perwakilan LKAAM Sumbar. Dari tujuh kandidat yang sebelumnya diusulkan, kini tersisa dua calon Ketua LKAAM Kota Padang, yakni Irwan Basir Datuak Rajo Alam dan Hendri Yazid Datuak Rajo Diguci.

“Kami berharap proses pemilihan berjalan secara badunsanak melalui musyawarah dan mufakat,” harap Yolanda.

Dengan semangat badunsanak, Musda IX LKAAM Kota Padang bukan sekadar ajang pergantian kepengurusan. Ia adalah ikhtiar kolektif untuk memastikan adat tetap hidup, generasi muda terdidik, dan nagari semakin berperan dalam membangun Kota Padang yang berbudaya, bermartabat, dan religius. Sebuah langkah besar menuju masa depan yang lebih kuat—berlandaskan warisan leluhur, demi kebaikan bersama.

Pos terkait