Kota Padang Rawan Bencana, Ini Kata Kalaksa BPBD Barlius

  • Whatsapp
Kalaksa BPBD Padang, Barlius (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG — Kota Padang merupakan salah satu daerah dengan tingkat rawan bencana di Sumbar. Untuk itu, Kalaksa BPBD Padang, Barlius menegaskan bahwa kunci utama dalam mengurangi risiko bencana terletak pada aspek pencegahan dan mitigasi bencana yang benar-benar terintegrasi.

“Selalu saya sampaikan berulang-ulang pencegahan, pencegahan, jangan terlambat, jangan terlambat agar tidak terjadi korban jiwa, ini sangat penting. Namun, bukan berarti aspek yang lain dalam manajemen bencana tidak kita perhatikan. Kita harus mempersiapkan diri, antisipasi dengan betul-betul terencana dengan baik,” ujar Barlius.

Read More

Kepala Pelaksana BPBD Padang, Barlius mengatakan upaya menerapkan manajemen penanggulangan bencana, dilaksanakan melalui tiga tahapan yakni
Tahap pra-bencana yang dilaksanakan ketika sedang tidak terjadi bencana dan
ketika sedang dalam ancaman potensi bencana. Selanjutnya tahap tanggap darurat yang dirancang dan dilaksanakan pada saat sedang terjadi bencana. Kemudian Tahap pasca bencana yang dalam saat setelah terjadi bencana.

Barlius menyebut bencana alam tidak mengenal musim. Bencana alam bisa datang setiap saat dengan berbagai jenis, bisa gempa bumi, gempa, longsor, dan lainnya.

“Kadang gempa, kadang longsor, kadang banjir. Jadi setiap saat bisa terjadi enggak kenal musim. Kita tinggal di daerah rawan bencana. Semua bencana ada di Padang,” katanya saat diseminasi informasi Kominfo Padang di Media Center Balaikota Padang, Rabu, (1/8/2021).

Selain itu, BPBD juga melakukan pemetaan potensi bencana banjir dan longsor di 104 kelurahan.

Dia juga mengingatkan warga Kota Padang untuk tidak melakukan pengeboran air tanah karena akan mengakibatkan terjadinya penurunan permukaan tanah. “Jika tidak ada keperluan mendesak pada saat bencana jangan keluar rumah,” tuturnya.

Terkait penanganan Covid-19, Barlius menyampaikan BPBD Padang bergerak cepat melakukan penyemprotan disenfektan di rumah terdampak Covid-19 secara cuma-cuma.

Related posts