Kota Pariaman Masih Terbaik Penanganan Covid-19 di Sumatera Barat

  • Whatsapp
Ilustrasi

MINANGKABAUNEWS.COM, PARIAMAN – Kota Pariaman kembali membuktikan masih menjadi daerah terbaik dalam penanggulangan penyebaran Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Berdasarkan update hasil perhitungan 15 indikator data onset pada minggu ke-68 pandemi covid-19 di Sumbar oleh Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat, maka mulai tanggal 27 Juni 2021 sampai tanggal 3 Juli 2021, ditetapkan zona daerah untuk 19 Kabupaten/Kota di Sumbar, (28/6).

Read More

“Kembali Satgas Kota Pariaman patut kita berikan apresiasi luar biasa dan dapat dijadikan role model penanganan covid-19 di Sumatera Barat, karena telah hampir 3 (tiga) bulan berturut-turut mempertahankan skor terbaik dalam penanganan covid-19 di daerahnya dan selalu berada di zona kuning,” ungkap Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal.

Walikota Pariaman, Genius Umar mengucapkan terimakasih kepada Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pariaman, bersama stakeholder terkait, termasuk peran dari Ninik Mamak dan tokoh masyarakat serta masyarakat di Kota Pariaman yang telah mendukung penanganan pandemi ini.

“Alhamdulillah, Kota Pariaman sampai saat ini masih menjadi yang terbaik di Sumatera Barat dalam penanganan penyebaran Covid-19, semoga kita terus mempertahankan kondisi ini, sehingga daerah kita akan dapat bangkit kembali, dan Pariwisata dan Ekonomi kita kembali membaik,” tutupnya.

“Kota Pariaman terus berkomitmen kuat untuk melawan wabah mematikan ini. Kita terus sosialisasikan dengan mengajak semuanlapiaan masyarakat untuk tetap patuh dan selalu menjalankan protokol kesehatan diamana pun berada”, ujarnya.

Lebih lanjut , ia mengatakan saat ini pemerintah juga berusaha keras meningkatkan persentase vaksinasi bagi petugas publik, lansia dan masyarakat. Setiap hari selalu ada tempat-tempat yang ditentukan untuk melakukan vaksinasi, baik di kantor-kantor dinas maupun di kantor kecamatan di Kota Pariaman, terangnya.

“Persentase vaksinasi Kota Pariaman sudah mencapai 40 persen dari target sasaran 14.566. Kesadaran masyarakat untuk vaksin pun sudah mulai meningkat. Sudah ratusan masyarakat biasa yang ikut vaksin,” ungkap Genius.

“Oleh sebab itu kami terus mengajak masyarakat untuk datang ke tempat-tempat posko vaksinasi yang telah ditetapkan maupun datang langsung ke puskesmas terdekat dengan hanya membawa KTP,” ajaknya

Keberhasilan Kota Pariaman ini menjadi rujukan bagi daerah lain untuk belajar bagaimana penanganan Covid-19 di daerahnya, seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi, dimana Walikota Bukittinggi, Ermas Safar bersama Forkopimda Bukittinggi, melakukan kaji tiru ke Kota Pariaman beberapa waktu lalu. Genius mengungkapkan kesediaannya jika ada daerah lain di Sumbar yang ingin melakukan kaji tiru tentang penanganan Covid di Kota Pariaman.

Berikut, pembagian zonasi di 19 Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat sampai tanggal 3 Juli 2021 :

Zona Kuning – Risiko Rendah (Skor 2,41 – 3,0)

1. Kota Pariaman (skor 2,67)
2. Kabupaten Kepulauan Mentawai (skor 2,58)
3. Kabupaten Pasaman (skor 2,56)
4. Kota Payakumbuh (skor 2,51)
5. Kabupaten Sijunjung (skor 2,46)
6. Kota Padang Panjang (skor 2,41)
7. Kabupaten Solok Selatan (skor 2,41)

Zona Oranye – Risiko Sedang (Skor 1,81 – 2,40)

1. Kota Solok (skor 2,37)
2. Kota Padang (skor 2,34)
3. Kabupaten Tanah Datar (skor 2,33)
4. Kabupaten Dharmasraya (skor 2,32)
5. Kota Sawahlunto (skor 2,28)
6. Kabupaten Solok (skor 2,24)
7. Kota Bukittinggi (skor 2,24)
8. Kabupaten Pesisir Selatan (skor 2,23)
9. Kabupaten Agam (skor 2,09)
10. Kabupaten Limapuluh Kota (skor 2,04)
11. Kabupaten Pasaman Barat (skor 1,85)

Zona Merah – Risiko Tinggi (Skor 0 – 1,8)

1. Kabupaten Padang Pariaman (skor 1,73)

Related posts